Tips Menjaga Sholat 5 Waktu agar Tidak Bolong di Saat Sibuk

tips menjaga sholat 5 waktu

“Sholat adalah tiang agama.”

Hadits ini bukan sekadar kiasan indah ini adalah gambaran yang sangat tepat. Bayangkan sebuah tenda, jika tiangnya rubuh, seluruh tenda akan runtuh.

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian yang mengikat antara kita dan mereka adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkan shalat, sungguh ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadirs ini hasan shahih.) [HR. Tirmidzi, no. 2621 dan An-Nasa’i, no. 464. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.]

Demikian pula agama seorang muslim, jika sholatnya bolong-bolong, fondasi keislamannya perlahan akan melemah.

Namun kenyataannya, banyak muslim yang berjuang menjaga sholat 5 waktu di tengah kesibukan hidup. Padahal dalam sebuah hadis sudah dijelaskan.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 82]

Oleh karena itu rapat panjang, macet di jalan, deadline pekerjaan, atau sekadar lupa semua ini bukan lagi menjadi alasan yang bisa ditolerir.

Artikel ini hadir untuk memberikan solusi praktis dan nyata.

Mengapa Kita Sering Melewatkan Sholat?

Sebelum membahas solusi, penting untuk jujur tentang penyebabnya. Ada tiga kategori besar:

PenyebabPenjelasan
Lupa (tidak sadar waktu berlalu)Terlalu fokus pada pekerjaan hingga tidak sadar waktu sholat masuk
Malas dan menundaTahu sudah masuk waktu sholat tapi menunda-nunda hingga terlewat
Tidak ada fasilitasTidak ada tempat sholat di tempat kerja atau sedang dalam perjalanan
Lingkungan tidak mendukungTeman kerja atau atasan tidak memberikan ruang untuk sholat
Menganggap entengMerasa satu waktu sholat tidak masalah jika bolong sesekali

10 Tips Praktis Menjaga Sholat 5 Waktu

Berikut ini adalah tips yang bisa Anda lakukan agar tetap istiqomah sholat 5 waktu saat dalam kondisi apapun.

1. Aktifkan Alarm untuk Setiap Waktu Sholat

Ini adalah solusi paling sederhana namun paling efektif.

Aktifkan alarm di hp untuk setiap masuknya waktu sholat Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.

Gunakan aplikasi azan yang akurat dan sesuaikan dengan lokasi Anda. Dengan alarm, tidak ada alasan kelupaan karena sibuk dengan dunia.

2. Sholat di Awal Waktu, Bukan di Akhir

Salah satu kebiasaan buruk yang perlu diubah adalah menunda sholat hingga mendekati batas akhir waktunya.

Sholat di awal waktu bukan hanya lebih aman dari lupa atau terlewat, tetapi juga memiliki keutamaan tersendiri.

Dari Abdullah bin Mas’ud ra, ia berkata, “Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling dicintai Allah?’ Beliau menjawab, ‘Shalat pada waktunya.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Berjihad di jalan Allah.'” (HR. Bukhari no. 527 dan Muslim no. 85).

Untuk lebih enak mengetahui jam waktu sholat, kamu bisa cek Jadwal Sholat di Indonesia dari Kehidupan Islami.

3. Komunikasikan dengan Atasan atau Rekan Kerja

Jika Anda bekerja di lingkungan yang tidak familiar dengan kebutuhan sholat, komunikasikan dengan sopan kepada atasan atau HRD.

Di Indonesia, hak untuk sholat dilindungi undang-undang.

Sebagian besar atasan akan menghormati jika Anda menyampaikannya dengan profesional.

4. Tandai Tempat Sholat di Sekitar Anda

Setiap kali berada di tempat baru mal, kantor, rumah sakit, stasiun, luangkan 2 menit untuk mencari tahu di mana mushola atau masjid terdekat.

Dengan mengetahui tempatnya dari awal, Anda tidak perlu panik mencarinya saat waktu sholat tiba.

5. Manfaatkan Tayamum dan Sholat di Tempat yang Ada

Banyak muslim melewatkan sholat dengan alasan tidak ada air untuk wudhu atau tidak ada tempat yang layak.

Islam sangat memudahkan, jika tidak ada air, tayamum bisa dilakukan dengan debu/tanah bersih.

Jika tidak ada tempat khusus, sholat bisa dilakukan di mana saja selama tempatnya bersih.

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendekati salat, sedangkan kamu dalam keadaan mabuk sampai kamu sadar akan apa yang kamu ucapkan dan jangan (pula menghampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu (saja) sehingga kamu mandi (junub). Jika kamu sakit, sedang dalam perjalanan, salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapati air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci). Usaplah wajah dan tanganmu (dengan debu itu). Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun” (QS. An-Nisa: 43)

6. Jadikan Sholat sebagai ‘Break’ yang Produktif

Ubah cara pandang kalau sholat bukan memotong produktivitas, tapi meningkatkannya.

Jadikan waktu sholat sebagai ‘scheduled break’ yang produktif istirahat fisik sekaligus pengisian ulang spiritual.

7. Sholat Jamak ketika dalam Perjalanan

Islam memberikan keringanan luar biasa untuk musafir, sholat boleh dijamak (digabung) dan diqashar (dipersingkat) dalam perjalanan.

Dzuhur dan Ashar bisa dijamak, begitu pula Maghrib dan Isya. Ini menghilangkan alasan kalau sedang di jalan untuk meninggalkan sholat.

8. Cari Teman Sholat

Sholat berjamaah bukan hanya lebih besar pahalanya (27 derajat dibanding sholat sendiri), tapi juga lebih mudah dijaga konsistensinya.

Ketika ada teman yang mengajak sholat berjamaah, kita lebih termotivasi dan lebih sulit mencari alasan untuk tidak sholat.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sholat berjamaah lebih utama dari sholat sendirian sebanyak 27 derajat.” (HR. Bukhari no. 645 dan Muslim no. 650)

9. Ingat Konsekuensi Meninggalkan Sholat

Kadang kita butuh pengingat agar tidak meremehkan sholat.

Para ulama menyebutkan beberapa akibat meninggalkan sholat diantaranya keberkahan rezeki berkurang, hati menjadi keras dan jauh dari Allah, wajah kehilangan cahaya, dan tentu saja ancaman azab di akhirat.

Ingat ini ketika godaan untuk melewatkan sholat muncul.

10. Mulai Lagi Tanpa Menyerah

Jika Anda sudah lama bolong-bolong sholat, jangan terjebak dalam rasa bersalah yang membuat Anda tidak bergerak.

Taubat dan mulai lagi istiqomah dari sekarang.

Satu sholat yang dilakukan hari ini lebih baik dari seribu rencana mulai besok. Allah Maha Pengampun dan selalu menerima hamba yang kembali kepada-Nya.

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)

Jadwal Sholat dan Estimasi Waktunya

Waktu SholatDurasi + Sunnah Rawatib
Subuh (2 rakaat fardhu)± 5 menit fardhu + 2 rakaat sunnah qabliyah
Dzuhur (4 rakaat fardhu)± 10 menit fardhu + 4 rakaat sunnah (2 qabli + 2 ba’di)
Ashar (4 rakaat fardhu)± 10 menit fardhu + 2 rakaat sunnah qabliyah
Maghrib (3 rakaat fardhu)± 7 menit fardhu + 2 rakaat sunnah ba’diyah
Isya (4 rakaat fardhu)± 10 menit fardhu + 2 rakaat sunnah ba’diyah + witir
Total per hari (fardhu saja)± 42 menit dari 24 jam = 2,9% waktu Anda

Sholat 5 waktu hanya membutuhkan sekitar 42 menit per hari kurang dari 3% dari total 24 jam Anda. Kita sering menghabiskan lebih dari itu untuk scroll media sosial. Prioritaskan.

Kesimpulan

Menjaga sholat 5 waktu di tengah kesibukan modern memang butuh usaha dan strategi. Tapi ingat: kesibukan adalah ujian, bukan alasan.

Nabi Muhammad, para sahabat, dan para ulama menjalani kehidupan yang jauh lebih keras dan sibuk dari kita namun sholat tidak pernah mereka tinggalkan.

Mulailah dari langkah kecil seperti aktifkan alarm, cari mushola terdekat di tempat kerja, dan komitmen untuk sholat di awal waktu mulai hari ini.

Satu langkah kecil yang konsisten akan mengubah hidup Anda lebih dari seribu rencana besar yang tidak pernah dimulai.

Baca juga: Keutamaan Sholat Berjamaah  |  Cara Sholat Dhuha  |  Dzikir Pagi Setelah Subuh

Referensi: HR. Bukhari no. 527, HR. Muslim no. 82 & 85, HR. Bukhari no. 645, QS. Al-Ankabut: 45, QS. An-Nisa: 43, perlindungan hukum hak pekerja untuk beribadah

Leave a Comment