Banyak Muslim ingin memperbanyak dzikir, tetapi sebenarnya Zikir apa yang paling Allah sukai?
Dzikir merupakan cara bagi umat islam untuk mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan.
Dalam islam, amalan ini menjadi cara agar hamba bisa lebih dekat dekat dengan Allah bahkan terdapat keutamaan yang bisa diperoleh bagi orang yang berdzikir.
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Selain ayat diatas, Rasulullah ﷺ mengajarkan banyak bacaan dzikir dengan keutamaan yang besar. Bahkan, ada dzikir yang disebut secara jelas sebagai ucapan yang paling disukai Allah.
Berikut 7 dzikir yang memiliki keutamaan besar dan bisa diamalkan setiap hari.
Apa Saja Dzikir yang Disukai Allah?
Mengutip dari beberapa referensi, (Kumparan, TikTok & Khazanah Inilah.com) ada beberapa dzikir yang bisa diamalkan diantaranya :
1. Subhanallahi wa Bihamdihi
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallahi wa bihamdihi
Artinya:
“Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya.”
Dzikir ini mempunyai keutamaan seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya :
“Dari Abu Dzar RA, dia berkata, ‘Rasulullah SAW pernah bertanya kepada saya, ‘Hai Abu Dzar, maukah kamu aku beritahukan tentang ucapan yang disenangi Allah?’
Saya menjawab, ‘Ya, saya mau ya Rasulullah. Beritahukanlah kepada saya tentang ucapan yang disenangi Allah.’
Kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya ucapan yang paling disukai Allah Azza wa Jalla adalah Subhaanallahu wa bihamdih (Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya).'” (HR. Muslim)
2. Subhanallahi wa Bihamdihi, Subhanallahil ‘Adzim
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ
Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil ‘Adzim
Artinya:
“Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.”
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan dicintai Ar-Rahman, yaitu Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil ‘Adzim. (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Alhamdulillah
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillah
Artinya:
“Segala puji bagi Allah.”
Alhamdulillah adalah bentuk pujian dan syukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan.
Rasulullah ﷺ menyebut Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar sebagai kalimat yang beliau cintai lebih daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari. (HR. Muslim)
4. La Ilaha Illallah
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
La ilaha illallah
Artinya:
“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.”
La ilaha illallah bukan sekadar dzikir yang diucapkan berulang-ulang.
Kalimat ini merupakan inti tauhid dan pengakuan bahwa hanya Allah yang berhak disembah.
Rasulullah ﷺ juga menjelaskan berbagai keutamaan kalimat tauhid dalam banyak hadis.
Ketika mengucapkannya, jangan hanya menggerakkan lisan. Ingat maknanya dan teguhkan keyakinan bahwa hanya kepada Allah kita beribadah dan bergantung.
5. Astaghfirullah dan Astaghfirullah Al ‘Azim
Selanjutnya dzikir yang disukai Allah nomor 5 adalah membaca Astaghfirullah atau Astaghfirullahaladzim.
Adapun bacaanya sebagai berikut :
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Astaghfirullah
Artinya:
“Aku memohon ampun kepada Allah.”
Bisa juga mengucapkan:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Astaghfirullahal ‘Azim
Artinya:
“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Mahaagung.”
Dzikir ini adalah bentuk hamba memohon ampun kepada Allah atas dosa dan ke abaian kita menjalankan ibadah yang diperintahkan.
Dzikir ini didasari pada ayat Al-Qur’an yaitu surat Nuh ayat 10-12, Surat An-Nisa ayat 106 dan hadis.
6. Sayyidul Istighfar
Sayyidul Istighfar adalah salah satu doa istighfar yang diajarkan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih Al Bukhari, dari Syaddad bin Aus RA, dari Nabi SAW.
Bacaannya dimulai dengan:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْلِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Allâhumma Anta Rabbî, lâ ilâha illâ Anta, khalaqtanî wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatho’tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu, abû‘u laka bini‘matika ‘alayya, wa abû‘u laka bidzanbî, faghfirlî, fainnahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ Anta.
Dzikir ini mempunyai keutamaan bagi yang mengamalkan siang dan malam, akan menjadi ahli surga.
7. Rabbana Zalamna Anfusana
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Rabbana zalamna anfusana wa illam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
Doa ini terdapat dalam QS. Al-A’raf ayat 23.
Cara Membiasakan Dzikir Setiap Hari
Setelah mengetahui beberapa bacaan dzikir yang disukai Allah, selanjutnya adalah membiasakan diri agar kita bisa mengamalkan doa-doa yang sebenarnya simpel tapi punya banyak keutamaan.
Untuk membiasakan diri diantaranya adalah :
- Setelah sholat amalkan dzikir Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar.
- Saat memiliki waktu luang bisa baca Subhanallahi wa bihamdih.
- Ketika melakukan kesalahan Astaghfirullah.
- Pagi dan petang Sayyidul Istighfar.
- Saat mengingat tauhid La ilaha illallah.
- Saat memohon ampun Rabbana zalamna anfusana.
Kesimpulan
Itulah tadi pembahasan tentang dzikir yang disukai Allah SWT yang bisa kita amalkan setiap hari.
Lalu bagaimana dengan dzikir lainnya?
Semua baik jika itu sebagai cara kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengingat keagungan Allah.
Mulailah dari dzikir yang mudah, pahami maknanya, dan amalkan secara istiqamah.
Sedikit tetapi rutin lebih baik daripada banyak lalu berhenti.





