Dzikir untuk Melunasi Hutang, Doa dan Amalan

dzikir dan doa untuk melunasi hutang

Hutang bisa menjadi beban yang berat. Bukan hanya soal uang, tetapi juga pikiran dan ketenangan hidup.

Selain itu, hutang itu adalah kewajiban yang harus dilunasi, karena akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Ketika tagihan datang dan kemampuan terbatas, seorang Muslim tentu boleh meminta pertolongan kepada Allah melalui doa dan dzikir.

Namun, penting untuk dipahami, dzikir bukan cara instan agar hutang langsung lunas. Doa harus berjalan bersama usaha, pengelolaan keuangan, dan kesungguhan untuk menyelesaikan hutang.

Berikut beberapa doa dan dzikir yang dapat diamalkan.

1. Doa Memohon Kecukupan dengan Rezeki yang Halal

Salah satu doa yang sering diamalkan untuk memohon kecukupan adalah:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahummakfini bihalalika ‘an haramika wa aghnini bifadhlika ‘amman siwaka.

Artinya:

“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezekiMu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karuniaMu sehingga aku tidak membutuhkan selain-Mu.”

Melansir dari Mozaik Islam, doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Ali bin Abi Thalib yang termaktub dalam sebuah hadis.

2. Doa Berlindung dari Beratnya Hutang

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa untuk memohon perlindungan dari kegelisahan, kelemahan, dan beban hutang.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan, wal ‘ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubn, wa dhala’id-daini wa ghalabatir-rijal.

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat kikir dan pengecut, serta dari beratnya hutang dan tekanan orang lain.”

Dalam hadis dijelaskan jika hadis ini diajarkan Nabi Muhammad kepada Abu Umamah yang mana setelah membaca ini, Abu Umamah terlepas dari kebingungan dan dimudahkan untuk melunasi hutangnya.

“Setelah membaca doa tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas utangku.” (HR Abu Daud).

3. Perbanyak Istighfar

Dzikir sederhana yang bisa terus diamalkan adalah membaca dzikir, karena selain menghapus dosa, dzikir bisa menenangkan diri dan menjadi sarana untuk pembuka rezeki.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah wa atubu ilaih.

Artinya:

“Aku memohon ampun kepada Allah dan aku bertobat kepada-Nya.”

4. Asmaul Husna

Melansir dari laman inilah.com dzikir Asmaul Husna juga bisa jadi cara untuk membantu memperlancar urusan hutang.

Dalam sumber tersebut dijelaskan jika dianjurkan untuk membaca “Ya Ghanniyu, Ya Mughni, Ya Razzaq” sebanyak 100 kali setiap pagi.

5. Perbanyak Sholawat Nabi

Terakhir adalah memperbanyak sholawat Nabi.

“Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad”

Bisa dibaca sebanyak 100 kali setiap hari agar urusan hutang bisa terselesaikan dan dipermudah oleh Allah SWT.

Dzikir Saja Tidak Cukup, Lakukan Juga Ikhtiar

Yang paling penting, dzikir saja tidak cukup, namun pastikan juga diimbangi dengan ikhtiar.

Dalam sebuah hadis dijelaskan jika hutang itu wajib dilunasi.

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih punya utang, maka kelak (di hari kiamat) tidak ada dinar dan dirham untuk melunasinya. Namun, yang ada hanyalah kebaikan atau keburukan (untuk melunasinya).” (HR Ibnu Majah)

1. Catat Semua Hutang

Jangan menghindari masalah, karena sejatinya hutang adalah kewajiban kita untuk melunasinya.

“Jangan kalian meneror diri kalian sendiri, padahal sebelumnya kalian dalam keadaan aman.” Para sahabat bertanya, ‘Apakah itu wahai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab, “Itulah utang.” (HR Ahmad, At-Thabrani)

Untuk itu lakukan pencatatan seperti : 

  • Total hutang.
  • Kepada siapa hutang tersebut.
  • Jatuh tempo.
  • Jumlah cicilan.
  • Prioritas pembayaran.

Masalah akan lebih mudah diselesaikan ketika kita mengetahui dengan jelas apa yang sedang dihadapi.

2. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Penting

Jika sedang memiliki hutang, evaluasi kembali pengeluaran, jangan sampai pengeluaran ke hal yang tidak penting malah membuat hutang jadi tidak lunas.

Karena pada akhirnya ketika manusia mati, salah satu yang masih dibawa adalah uhtang, bahkan dalam hadits jika seseorang masih punya hutang, arwahnya terkatung-katung.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 

“Roh seorang mukmin (yang sudah meninggal) terkatung-katung karena hutangnya sampai hutangnya dilunasi.” (HR At-Tirmidzi) 

3. Jangan Menambah Utang Baru Tanpa Perhitungan

Menutup satu hutang dengan hutang baru seringkali hanya memindahkan masalah. Sebelum mengambil pinjaman baru, pahami dulu kemampuan membayar dan risikonya.

4. Berkomunikasi dengan Pemberi Hutang

Jika benar-benar sedang mengalami kesulitan, jangan menghilang.

Jelaskan kondisi dengan jujur dan bicarakan kemungkinan solusi atau jadwal pembayaran.

Kejujuran tidak selalu langsung menyelesaikan masalah, tetapi menghindar justru bisa memperburuk keadaan.

5. Tingkatkan Ikhtiar Mencari Rezeki Halal

Cari peluang tambahan sesuai kemampuan bisa melalui pekerjaan tambahan, menjual keahlian, usaha kecil, atau sumber penghasilan lain yang halal.

Mungkin hasilnya tidak langsung besar.

Tetapi langkah kecil tetap lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.

Kesimpulan

Dzikir untuk melunasi hutang yang bisa diamalkan antara lain doa memohon kecukupan dengan rezeki halal, doa berlindung dari beratnya hutang, dan memperbanyak istighfar.

Namun, jangan hanya berdoa. Sertai dengan ikhtiar nyata seperti mengatur keuangan, mengurangi pengeluaran, dan berusaha mencari rezeki halal.

Berdoa kepada Allah, berusaha sebaik mungkin, dan jangan berhenti berharap akan pertolongan-Nya.

Leave a Comment