Dzikir adalah amalan yang diperintahkan dalam Agama Islam. Dzikir sendiri secara bahasa berasal dari bahasa Arab yang berarti mengingat, menyebut dan menjaga dalam ingatan.
Sederhananya, berdzikir adalah cara kita sebagai umat manusia mengingat Allah dengan segala kuasa yang diberikan kepada kita.
Dalam Al-Qur’an Allah berfirman :
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 152)
Lalu bagaimana jika jumlah dzikir tidak dihitung? Apakah boleh?
Jawabannya Apakah Boleh Berdzikir Tidak Dihitung?
Dilansir dari laman Nu Online, dijelaskan jika Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, KH. Ahmad Mustofa Bisri atau yang sering dikenal dengan sebutan Gus Mus memberikan jawaban.
Pertanyaan tentang dzikir ini dilontarkan oleh pengguna sosial media dan dijawab oleh Gus Mus.
Prinsip dzikir itu adalah mengingat dan menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya.
Dalam penjelasannya dijelaskan jika dzikir itu yang penting dibaca sebanyak-banyaknya dan tidak harus dihitung.
Artinya dari pertanyaan dan jawaban dari Gus Mus sangat jelas jika berdzikir tidak harus dihitung yang penting niat awalna jelas untuk mengingat dan menyebut nama Allah SWT.
Perintah Berdzikir
Berdzikir merupakan amalan yang diperintahkan Allah.
Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan dzikir (menyebut nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42)
Allah juga berfirman:
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 152)
Ayat tersebut menunjukkan pentingnya seorang Muslim memperbanyak mengingat Allah.
Berdzikir tidak harus menunggu waktu tertentu. Kita dapat mengingat Allah setelah salat, ketika berjalan, menunggu, atau di sela aktivitas sehari-hari.
Selain ayat di atas, Rasulullah juga memerintahkan untuk berdzikir.
Rasulullah bersabda :
“Hendaklah lidahmu senantiasa basah karena berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Hadits lain juga menjelaskan :
Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan diucapkan, berat dalam timbangan, dan dicintai oleh (Allah) Yang Maha Pengasih: Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil ‘Azhim.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kesimpulan
Apakah boleh berdzikir tidak dihitung? Jawabannya, boleh. Menghitung bukan syarat sah dzikir. yang paling penting adalah niat awal untuk mengingat dan menyebutkan nama Allah sebanyak-banyaknya.
Tidak perlu sibuk mengejar angka. Mulailah berdzikir, pahami maknanya, dan istiqomahkan setiap hari.





