Bacaan Takbir Idul Adha dan Waktu Pelaksanaannya yang Benar

bacaan takbir idul adha

Di antara semua syiar Islam, tidak ada yang lebih meriah dan menggetarkan jiwa dari suara takbir yang bergema di malam dan hari raya.

Ketika jutaan umat Islam di seluruh dunia bersama-sama mengucapkan ‘Allahu Akbar’, itulah momen di mana kebesaran Allah dirasakan oleh seluruh penjuru bumi.

Takbir Idul Adha memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan takbir Idul Fitri.

Waktu takbir Idul Adha jauh lebih panjang berlangsung dari 9 Dzulhijjah hingga hari terakhir Tasyriq (13 Dzulhijjah). Ini adalah perintah langsung dari Allah dalam Al-Quran.

Dua Jenis Takbir Idul Adha

Para ulama membagi takbir Idul Adha menjadi dua jenis berdasarkan waktu pelaksanaannya:

1. Takbir (Mursal)

Takbir Mursal adalah takbir yang dilakukan tidak mengacu pada waktu sholat.

Jenis takbir ini bisa dikerjakan setiap hari, dalam keadaan apapun misalnya saat melakuan perjalanan, kerja dan lain sebagainya.

Waktu melakukan takbir mursal dimulai dari terbenamnya matahari malam ‘id hingga imam melakukan takbiratul ihram shalat ‘id, meliputi ‘idul fitri maupun ‘idul adha.

2. Takbir Muqayyad

Dibaca setiap selesai sholat fardhu, mulai dari Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga Ashar hari Tasyriq terakhir (13 Dzulhijjah).

Bacaan Takbir Idul Adha

Takbir Versi Pendek (Paling Umum)

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah.”

Takbir Versi Panjang

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Allaahu akbar kabiiraa, walhamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud diina wa law karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdahu, shadaqa wa’dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar

“Allah Maha Besar dengan kebesaran yang agung. Segala puji milik Allah yang banyak. Maha Suci Allah pagi dan petang. Tidak ada tuhan selain Allah, kami tidak menyembah kecuali Dia dengan memurnikan agama bagi-Nya meski orang kafir membenci. Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Dia tepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan sendiri mengalahkan golongan-golongan musuh. Tidak ada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.”

Hukum dan Adab Bertakbir

Siapa yang Dianjurkan Bertakbir?

Takbir Idul Adha dianjurkan bagi seluruh umat Islam laki-laki, perempuan, tua, muda, yang berhaji maupun yang tidak.

  • Laki-laki dianjurkan mengeraskan suara takbir di masjid, pasar, jalan, dan tempat-tempat umum
  • Perempuan bertakbir dengan suara yang tidak terdengar oleh laki-laki yang bukan mahram
  • Di masjid, takbir bisa dilakukan berjamaah dengan suara lantang
  • Di rumah, takbir dianjurkan agar suasana hari raya terasa dalam keluarga

Cara Bertakbir yang Benar

Takbir dibaca secara berulang-ulang tanpa batas jumlah tertentu.

Yang penting adalah dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan menghayati bahwa Allah memang Maha Besar dan kita sangat kecil di hadapan-Nya.

Amalan yang Dianjurkan di Malam dan Hari Idul Adha

  • Menghidupkan malam Idul Adha dengan takbir, dzikir, dan doa ini termasuk malam yang istimewa
  • Mandi sunnah sebelum berangkat sholat Id
  • Memakai pakaian terbaik dan wewangian
  • Makan setelah sholat Id (berbeda dengan Idul Fitri yang makan sebelum)
  • Berangkat ke tempat sholat dengan satu jalan dan pulang dengan jalan lain
  • Sholat Idul Adha berjamaah di lapangan atau masjid
  • Menyaksikan atau ikut dalam penyembelihan hewan kurban

Kesimpulan

Takbir Idul Adha adalah ekspresi keimanan terbesar umat Islam pernyataan bahwa Allah lebih besar dari segala sesuatu yang ada di dunia ini.

Setiap ‘Allahu Akbar’ yang kita ucapkan dengan tulus adalah dzikir yang dicatat sebagai kebaikan. Jangan diam di hari-hari mulia ini — penuhi langit dengan takbir, tahmid, dan tahlil.

Mulai bertakbir dari sekarang sejak masuk 9 Dzulhijjah. Dan puncakkan di malam dan hari Idul Adha dengan takbir yang paling lantang dan paling khusyuk.

Baca juga: Tata Cara Sholat Idul Adha  |  Amalan Sunnah Idul Adha  |  Dzikir 10 Hari Dzulhijjah

 Referensi: QS. Al-Hajj: 28, HR. Bukhari (mu’allaq), Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah, Al-Mughni Ibnu Qudamah Jilid 3

Leave a Comment