Niat dan Tata Cara Puasa Arafah Beserta Keutamaannya

niat dan tata cara puasa arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah hari di mana jutaan jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di padang Arafah.

Hari ini adalah hari paling agung dalam kalender Islam, bahkan Allah bersumpah atas namanya dalam Al-Quran.

Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, cara terbaik untuk memuliakan hari Arafah adalah dengan berpuasa.

Keutamaannya sangat luar biasa penghapusan dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang. Tidak ada puasa sunnah lain yang memiliki keutamaan sebesar ini.

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Para ulama menafsirkan ‘malam yang sepuluh’ sebagai 10 hari pertama Dzulhijjah, yang puncaknya adalah hari Arafah.

Keutamaan Puasa Arafah

Melaksanakan puasa sunnah di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini bisa jadi titik balik karena banyak keutamaan yang akan didapatkan diantaranya :

1. Menghapus Dosa Dua Tahun

“Puasa hari Arafah adalah puasa yang aku harapkan dengan puasa tersebut Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa di tahun yang telah lewat dan dosa-dosa di tahun yang akan datang.” (Diriwayatkan juga oleh Imam Muslim).

Puasa Arafah menghapus dosa 2 tahun setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. Sebuah anugerah yang luar biasa dari Allah.

2. Hari Paling Banyak Allah Membebaskan Hamba dari Neraka

Dari Aisyah ra., Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan hamba dari neraka daripada hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat.” (HR. Muslim no. 1348)

Bayangkan, di hari Arafah, Allah membanggakan hamba-hamba-Nya yang berpuasa, berdzikir, dan berdoa kepada para malaikat.

Ini bukan penghargaan biasa namun kemuliaan tertinggi yang bisa diraih seorang hamba.

3. Doa di Hari Arafah adalah yang Terbaik

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu.” (HR Tirmidzi).

Kapan Tepatnya Puasa Arafah 2026?

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Berdasarkan penetapan, Idul Adha 2026 jatuh pada 27 Mei 2026, sehingga puasa Arafah jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026 = 9 Dzulhijjah 1447 H. Mulai berpuasa dari terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Maghrib).

Jika ada perbedaan penetapan 1 Dzulhijjah antara pemerintah dan ormas Islam, maka tanggal puasa Arafah menyesuaikan dengan penetapan yang dianut. Pastikan mengikuti penetapan resmi yang dipercaya.

Niat Puasa Arafah

Niat diucapkan dalam hati. Boleh juga dilafazkan untuk membantu kemantapan hati. Niat boleh dilakukan di malam hari atau di pagi hari sebelum dhuhur asalkan belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaytu shauma yawmi ‘Arafata sunnatan lillaahi ta’aalaa

“Aku niat berpuasa sunnah hari Arafah karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Arafah

  1. Niatkan di malam sebelumnya atau pagi hari sebelum dhuhur
  2. Sahur sebelum masuk waktu Subuh dianjurkan
  3. Menahan diri dari makan, minum, dan pembatal puasa dari Subuh hingga Maghrib
  4. Isi hari Arafah dengan dzikir, istighfar, dan perbanyak doa ini hari mustajab
  5. Baca dzikir khusus hari Arafah sebanyak-banyaknya
  6. Berbuka dengan kurma dan air putih, lalu baca doa berbuka

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh zhama-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya-allaah

“Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat nadi, dan telah tetap pahala insya Allah.” (HR. Abu Dawud, hasan) — Doa berbuka yang diajarkan Nabi ﷺ

Dzikir dan Doa Terbaik di Hari Arafah

Selain berpuasa, perbanyaklah dzikir dan doa di hari Arafah. Inilah dzikir terbaik yang dianjurkan Nabi ﷺ untuk dibaca sebanyak-banyaknya:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuut, biyadihil khayr, wa huwa ‘alaa kulli syay-in qadiir

“Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala puji, Dia menghidupkan dan mematikan, Dia Maha Hidup tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

Apakah Jamaah Haji Perlu Berpuasa Arafah?

Tidak.

Orang yang sedang berhaji dan melaksanakan wukuf di Arafah tidak dianjurkan berpuasa.

Mereka membutuhkan kekuatan fisik untuk menjalani rangkaian ibadah haji yang sangat menguras tenaga. Puasa Arafah khusus dianjurkan bagi yang tidak sedang berhaji.

Dari Ibnu Umar ra., bahwa Nabi ﷺ tidak berpuasa di hari Arafah ketika beliau sedang melaksanakan ibadah haji. (HR. Al-Baihaqi, shahih)

Kesimpulan

Puasa Arafah adalah hadiah tahunan dari Allah yang hanya datang sekali setahun.

Dua tahun dosa dihapuskan dengan satu hari puasa ini adalah kemurahan Allah yang tidak tertandingi. Tandai kalender Anda: Selasa, 26 Mei 2026. Niatkan dari malam sebelumnya, sahur, dan isi hari itu dengan puasa dan dzikir sebanyak-banyaknya.

Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan hari Arafah tanpa puasa. Satu hari ini bisa menghapus dua tahun dosa peluang emas yang Allah buka setiap tahun untuk hamba-hamba-Nya.

Baca juga: Keutamaan 10 Hari Dzulhijjah  |  Doa Dzikir Dzulhijjah  |  Puasa Dzulhijjah 1-9

Referensi: HR. Muslim no. 1162 & 1348, QS. Al-Fajr: 1-2, QS. Al-Maidah: 3, HR. Tirmidzi no. 3585, HR. Abu Dawud no. 2357

Leave a Comment