Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Benar & Sesuai

tata cara menyembelih hewan qurban (1)

Qurban adalah amalan yang dianjurkan kepada umat muslim pada 3 hari tasyrik yaitu 11, 12, dan 13 dzulhijjah.

Qurban sendiri adalah menyembelih hewan seperti sapi, domba dan kambing yang nantinya bisa diberikan kepada tetangga atau orang yang berhak menerimanya.

Untuk itu, artikel ini mudah-mudahan menjawab tentang tata cara menyembelih hewan kurban yang benar dan sesuai syariat islam.

Hukum dan Keutamaan Berkurban

Ibadah kurban (udhiyah) adalah salah satu syiar Islam terbesar yang dilaksanakan setiap Idul Adha.

Para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya sebagian menyatakan sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), sebagian lain menyatakan wajib bagi yang mampu.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa memiliki keluapangan rezeki lalu tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.)

Selain hadis diatas, Allah juga berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya :

“Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Syarat Hewan yang Boleh Dijadikan Kurban

Tidak semua hewan sah untuk dijadikan kurban. Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi:

Jenis HewanKetentuan Usia Minimal
UntaSudah berumur 5 tahun (masuk tahun ke-6)
SapiSudah berumur 2 tahun (masuk tahun ke-3)
KambingSudah berumur 1 tahun
DombaMemasuki umur 7 bulan atau minimal 6 bulan

Selain usia, hewan kurban harus bebas dari cacat yang dapat mengurangi kualitasnya. Berikut cacat yang menyebabkan hewan tidak sah untuk dikurbankan:

  • Buta sebelah atau kedua matanya secara jelas
  • Sakit yang tampak jelas (lemah, tidak mau makan, bulu kusam)
  • Pincang yang sangat parah hingga tidak bisa berjalan normal
  • Sangat kurus hingga tidak ada sumsum dalam tulangnya

Ketentuan Kepemilikan Hewan Kurban

Seekor hewan harus merupakan kepemilikan asli atau tidak pinjam, mencuri dan lain sebagainya.

Satu ekor kambing atau domba berlaku untuk satu orang dan dapat diniatkan pahalanya untuk seluruh keluarga.

Satu ekor sapi atau unta boleh untuk tujuh orang (7 saham).

Orang yang berniat berkurban dilarang memotong rambut dan kuku sejak masuk 1 Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih.

Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban

Berikut panduan lengkap tata cara menyembelih hewan kurban sesuai syariat Islam:

Persiapan Sebelum Menyembelih

  • Pastikan pisau atau alat sembelih sangat tajam menyembelih dengan alat tumpul menyakiti hewan dan tidak dibenarkan syariat
  • Sembunyikan pisau dari penglihatan hewan sebelum proses penyembelihan
  • Baringkan hewan dengan posisi menghadap kiblat rebahkan di sisi kirinya

Membaca Niat dan Doa

Niat diucapkan dalam hati, namun boleh juga dilafazkan.

Berikut niat kurban untuk diri sendiri:

نَوَيْتُ أَنْ أُضَحِّيَ عَنْ نَفْسِيْ سُنَّةً للهِ تَعَالَى

Nawaitu an udhahhiya ‘an nafsii sunnatan lillaahi ta’aala.

“Saya niat berkurban untuk diri sendiri sunnah karena Allah Ta’ala”.

Kemudian baca Basmallah dan takbir saat akan menyembelih:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirrahmanirrahim

Lanjut membaca sholawat

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 

Kemudian

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Dari Anas bin Malik ra., Nabi ﷺ menyembelih dengan tangan sendiri sambil mengucapkan Bismillah dan bertakbir. (HR. Bukhari no. 5565 dan Muslim no. 1966)

Terakhir membaca doa menyembelih

 اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Proses Penyembelihan

  1. Pegang kepala hewan dengan tangan kiri (atau bantu orang lain memegang)
  2. Letakkan pisau di leher hewan, pada bagian antara kepala dan dada
  3. Sembelih dengan sekali gerakan yang kuat dan cepat jangan mengangkat pisau di tengah proses
  4. Pastikan tiga saluran utama terputus: tenggorokan (hulqum), kerongkongan (mari’), dan dua urat leher (wadajain)
  5. Biarkan hewan hingga benar-benar tidak bergerak sebelum diproses lebih lanjut

Dilarang keras memotong kepala hingga terputus sepenuhnya saat menyembelih, mematahkan tulang leher sebelum hewan mati, atau memulai pengulitan sebelum hewan benar-benar mati.

Ini termasuk menyiksa hewan dan bisa membatalkan keabsahan sembelihan.

Doa Setelah Menyembelih

Setelah hewan disembelih, disunnahkan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَ مِنْ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلِكَ

Allahumma taqabbal minni kamaa taqabbalta min Ibraahiima khaliilik

“Ya Allah, terimalah (kurban) dariku sebagaimana Engkau menerima dari Ibrahim, kekasih-Mu.”

Pembagian Daging Kurban

Daging kurban dibagi menjadi tiga bagian yang dianjurkan oleh para ulama:

  • 1/3 untuk dimakan sendiri oleh orang yang berkurban dan keluarganya (Shohibul Qurban)
  • 1/3 untuk dihadiahkan kepada tetangga dan kerabat
  • 1/3 untuk disedekahkan kepada fakir miskin

“(Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj: 28)

Boleh membagikan dalam bentuk daging mentah maupun yang sudah dimasak atau seperti olahan kornet, sosis atau kare.

Yang tidak diperbolehkan adalah menjual daging, tulang, atau kulit hewan kurban, begitu pula memberikannya sebagai upah kepada tukang sembelih namun boleh memberikannya sebagai hadiah atau sedekah.

Kesimpulan

Berkurban adalah ibadah yang menyatukan dimensi spiritual dan sosial sekaligus. Spiritualnya: kita berserah diri kepada Allah seperti Ibrahim AS.

Daging kurban menjadi kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat. Pastikan setiap langkah dilakukan dengan benar agar ibadah ini sah dan diterima Allah.

Leave a Comment