Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.
Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, umat Muslim merayakan hari kemenangan dengan berbagai amalan sunnah, salah satunya adalah melaksanakan sholat Idul Fitri.
Namun seperti ibadah pada umumnya, sholat idul fitri juga ada niat sebagai penyempurna ibadah.
Untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.
Pengertian dan Hukum Sholat Idul Fitri
Sebelum masuk ke inti pembahasan terkait niat sholat idul fitri, perlu kita ketahui bersama tentang apa itu sholat dan kenapa harus kita kerjakan.
Apa Itu Sholat Idul Fitri?
Sholat Idul Fitri adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada pagi hari tanggal 1 Syawal sebagai bentuk rasa syukur atau tanda kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama 1 bulan penuh.
Hukum Shalat Idul Fitri
Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum shalat Idul Fitri adalah sunnah muakkad (Mazhab Syafi’i dan Maliki), yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan.
Berbeda dengan mayoritas ulama, Madzhab Hambali berpendapat jika hukumnya fardu kifayah.
Niat Sholat Idul Fitri Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Niat merupakan bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk ketika melaksanakan sholat Idul Fitri. Niat dilakukan di dalam hati pada saat takbiratul ihram.
Berikut bacaan niat sholat Idul Fitri sesuai dengan posisi seseorang dalam sholat.
Niat Sholat Idul Fitri Sebagai Imam

Arab:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatan li ‘Idil Fitri rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta’ālā
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah ta’ala”
Niat Sholat Idul Fitri Sebagai Makmum

Arab:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatan li ‘Idil Fitri rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta’ālā
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah ta’ala”
Niat Sholat Idul Fitri Sendirian (Munfarid)

Arab:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatan li ‘Idil Fitri rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta’ālā
Artinya:
“Saya niat sholat Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta’ala”
Jam Berapa Sholat Idul Fitri Dilaksanakan?
Banyak orang bertanya jam berapa sholat Idul Fitri dilaksanakan. Secara umum, waktu sholat Idul Fitri dimulai setelah matahari terbit hingga menjelang waktu dzuhur.
Meskipun boleh dilakukan saat matahari terbit, waktu yang paling sahih dan utama adalah menangguhkan sholat hingga matahari naik seukuran satu atau dua tombak atau 30 menit setelah matahari terbit.
Selain itu dalam pelaksanaanya, dianjurkan untuk memperlambat dalam artian menunggu orang mungkin masih ada kesibukan atau belum menunaikan zakat fitrah.
Di Indonesia sendiri, waktu pelaksanaanya biasanya berada di jam 06.30 hingga 08.30 pagi.
Tata Cara Sholat Idul Fitri yang Benar
Salah satu hal yang perlu dipahami adalah tata cara sholat Idul Fitri agar ibadah dapat dilakukan dengan benar sesuai sunnah Rasulullah ﷺ.
Sholat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat dengan beberapa takbir tambahan.
Tata Cara Sholat Idul Fitri Rakaat Pertama
Urutan rakaat pertama:
- Niat sholat Idul Fitri
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Takbir tambahan (takbir zawaid) sebanyak 7 kali
- Di sela-sela takbir dianjurkan untuk berzikir
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surat pendek (biasanya Al-A’la)
- Ruku’
- I’tidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua
Tata Cara Sholat Idul Fitri Rakaat Kedua
Urutan rakaat kedua:
- Takbir tambahan (takbir zawaid) sebanyak 5 kali
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surat pendek (biasanya Al-Ghasyiyah)
- Ruku’
- I’tidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Tahiyat akhir
- Salam
Setelah sholat selesai, dilanjutkan dengan khutbah Idul Fitri.
Surat yang Dibaca Setelah Al-Fatihah
Rasulullah ﷺ sering membaca:
- Surat Al-A’la atau Surat Al-Qaf pada rakaat pertama
- Surat Al-Ghasyiyah atau Surat Al-Qamar pada rakaat kedua
Adapun hadits lengkapnya sebagai berikut :
“Terdapat surat yang biasa dibaca Rasulullah SAW dalam sholat Idul Fitri. Pertama, Nabi membaca surat al-A’la di rakaat pertama dan al-Ghasyiyah di rakaat kedua”. (Landasannya adalah hadits dari Samurah yang diriwayatkan Ahmad 7/5 dan Ibnu Majah no 1283. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani).
Sunnah-Sunnah Sebelum dan Sesudah Sholat Idul Fitri
Selain sholat Idul Fitri, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan.
1. Mandi dan Menyucikan Diri
Salah satu amalan sunnah yang bisa dikerjakan adalah dengan mandi dan menyucikan diri terlebih dahulu.
Adapun niat mandi idul fitri adalah :
Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul ghusla li ‘iidil fithri sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya niat mandi untuk Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta’ala.”
2. Makan Sebelum Berangkat Sholat
Berbeda dengan Sholat idul Adha, yang disunahkan untuk tidak makan, idul fitri disunnahkan untuk makan terlebih dahulu.
Sebagaimana hadis Rasulullah ﷺ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ
Artinya :
“Rasulullahﷺ biasa berangkat Shalat Ied pada hari Idul Fitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari Shalat Ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.”
3. Memakai Pakaian dan Wewangian
Umat Islam dianjurkan memakai pakaian terbaik dan bersih serta jangan lupa untuk menggunakan wewangian.
4. Bertakbir
Takbir Idul Fitri dimulai sejak malam hari raya hingga sebelum pelaksanaan sholat Id.
5. Berjalan Kaki ke Tempat Sholat
Jika memungkinkan, dianjurkan berjalan kaki menuju tempat sholat dan pulang melalui jalan yang berbeda.
6. Menunaikan Zakat Fitrah
Terakhir, sebelum berangkat untuk melaksanakan shalat sunnah idul fitri untuk membayar zakat terlebih dahulu.
Keutamaan Melaksanakan Sholat Idul Fitri
Beberapa keutamaan melaksanakan sholat Idul Fitri antara lain:
- Menghidupkan syiar Islam
- Menjalin ukhuwah sesama Muslim
- Menyempurnakan ibadah Ramadhan
- Mendapatkan pahala dari amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah ﷺ
- Mendapatkan keberkahan
- Sebagai bentuk rasa syukur
- Menyucikan diri
Kesimpulan
Sholat Idul Fitri merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari raya.
Dengan memahami niat sholat Idul Fitri, tata cara sholat Idul Fitri, bacaan yang dianjurkan, serta jam pelaksanaannya, seorang Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Selain itu, jangan lupa untuk mengamalkan berbagai sunnah seperti mandi sunnah, memakai pakaian terbaik, serta memperbanyak takbir.
Semoga kita semua dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh keberkahan dan diterima seluruh amal ibadah selama bulan Ramadhan.





