Rasulullah menerima wahyu dari Allah tidak langsung banyak, namun secara berangsur-angsur. Salah satunya wahyu yang diterima terkahir oleh Nabi Muhammad SAW.
Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad adalah surat Al-Alaq ayat 1-2.
Lalu apa wahyu terakhir yang turun? Simak selengkapnya di artikel ini.
Wahyu Terakhir yang Diturunkan kepada Nabi SAW
Melansir dari Nu Online bahwa wahyu terakhir yang diturunkan Allah adalah Surah Al-Maidah ayat 3.
Ayat ini memuat kalimat agung yang menjadi penanda kesempurnaan agama:
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam itu sebagai agamamu…”
Wahyu ini turun beberapa bulan sebelum Rasulullah berumur 63 tahun.
Melansir dari detik.com Surat Al-Maidah ayat 3 ini turun pada hari Jumat, 9 Dzulhijjah, 10 Hijriah atau 632 Masehi.
Lalu dimana tempat turunnya wahyu terakhir ini?
Masih dari sumber yang sama, ayat ini turun di Arafat saat Nabi Muhammad melaksanakan Haji Wada.
Baca Juga : Kisah Nabi Muhammad SAW dari Lahir Sampai Wafat Lengkap
Bacaan Al-Maidah Ayat 3 dan Artinya
Teks Arab:
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Latin :
ḫurrimat ‘alaikumul-maitatu wad-damu wa laḫmul-khinzîri wa mâ uhilla lighairillâhi bihî wal-munkhaniqatu wal-mauqûdzatu wal-mutaraddiyatu wan-nathîḫatu wa mâ akalas-sabu‘u illâ mâ dzakkaitum, wa mâ dzubiḫa ‘alan-nushubi wa an tastaqsimû bil-azlâm, dzâlikum fisq, al-yauma ya’isalladzîna kafarû min dînikum fa lâ takhsyauhum wakhsyaûn, al-yauma akmaltu lakum dînakum wa atmamtu ‘alaikum ni‘matî wa radlîtu lakumul-islâma dînâ, fa manidlthurra fî makhmashatin ghaira mutajânifil li’itsmin fa innallâha ghafûrur raḫîm
Artinya:
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang (sempat) kamu sembelih. (Diharamkan pula) apa yang disembelih untuk berhala. (Demikian pula) mengundi nasib dengan azlām (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Oleh sebab itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Maka, siapa yang terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ayat ini bukan hanya sekadar kalimat penutup, melainkan penegasan bahwa Islam sudah sempurna sebagai pedoman hidup.
Kisah Turunnya Wahyu Terakhir
Kisah turunnya wahyu terakhir ini terjadi pada tahun 10 Hijriyah, ketika Nabi Muhammad SAW melaksanakan Haji Wada’ di Padang Arafah.
Pada saat setelah sholat asar, Rasulullah berada di punggung untanya, kemudian Rasulullah menyenderkan tubuhnya ke unta.
Sesaat kemudian Rasulullah SAW bersabda, Malaikat Jibril telah mendatangiku dan membawa wahyu yang terakhir, dan setelah itu Jibril tidak akan menemuiku.
Dengan datangnya wahyu terakhir ini, Allah SWT telah menyempurnakan Islam sebagai agama umat.
Bahkan dari sebuah cerita, saat setelah Nabi Muhammad membacakan Surah Al-Maidah ayat 3 ini, Umar menangis.
Hingga pada akhirnya Rasulullah bertanya apa yang menyebabkan sahabatnya menangis.
Umar menjawab.
“Sesuatu yang sudah sempurna tidak ada yang ditunggu lagi kecuali kurangnya.”
Sejarah telah mencatat, jika 81 hari sesudah turunnya ayat ini, Nabi Muhammad SAW wafat setelah menunaikan risalahnya selama kurang lebih 23 tahun.
Baca Juga : Kisah Mukjizat Nabi Muhammad Membelah Bulan
Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 3
Surat Al-Maidah ayat 3 memiliki kandungan yang sangat mendalam, diantaranya penjelasan tentang makanan-makanan yang diharamkan.
- Bangkai
- Darah
- Daging babi
- Hewan yang disembelih tidak menyebut nama Allah
- Hewan mati tercekik (tidak berdaya)
- Hewan yang mati karena di pukul
- Hewan yang mati karena terjatuh
- Hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lain
- Hewan yang mati karena di terkam binatang buas
- Hewan yang disembelih untuk berhala
Selain makanan yang diharamkan, dalam surat itu juga dijelaskan tentang haramnya mengundi nasib dengan anak panah seperti yang dilakukan oleh orang Arab pada saat itu. Karena didalamnya mengandung syirik, tahayul dan khurafat.
Dalam surat itu juga dilanjutkan dengan menerangkan bahwa haji wada’ orang-orang kafir yang sudah putus asa dalam mengalahkan agama Islam.
Oleh sebab itu, umat muslim tidak boleh takut karena harusnya takut hanya kepada Allah SWT.
Selanjutnya, dijelaskan juga jika Allah telah menyempurnakan agama Islam, serta telah di ridhoi sebagai agama umat manusia.
Kemudian pada bagian terakhir dijelaskan jika orang-orang yang terpaksa makan tanpa adanya niat untuk berbuat dosa, maka dibolehkan asal makan seperlunya saja, atau sekedar untuk bertahan hidup.
Penutup
Wahyu Allah yang terakhir diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah pengingat bagi kita semua, bahwa Islam telah sempurna. Tidak ada lagi tambahan maupun pengurangan.
Sebagai umat Islam, kewajiban kita adalah bersyukur, berpegang teguh pada syariat, dan mengamalkan Islam secara kaffah (menyeluruh).
Mari kita jaga warisan wahyu ini dengan meningkatkan iman, memperbaiki amal, dan meneguhkan hati bahwa Islam adalah jalan hidup yang paling lurus.





