Waktu setelah shalat Subuh merupakan kesempatan baik untuk mengawali hari dengan mengingat Allah.
Tidak perlu melakukan banyak hal sekaligus, beberapa amalan sederhana yang dilakukan rutin sudah sangat berarti.
Melansir dari detik.com yang mengutip dari buku Rahasia Keutamaan Shalat Subuh yang ditulis oleh Syekh M. Nuruddin Marbu Al Makki menjelaskan jika subuh merupakan waktu afdhaliyah atau yang paling utama untuk melakukan berbagai amalan.
Tidak hanya mengerjakan ibadah wajib sholat subuh, tapi waktu ini menjadi waktu terbaik untuk mengawali hari dengan keberkahan.
Lalu, apa saja amalan setelah Subuh yang dianjurkan dalam Islam?
Apa Saja Amalan Setelah Subuh?
Berikut ini beberapa amalan sedekah subuh yang bisa kita kerjakan diantaranya :
1. Berdoa & Berdzikir Setelah Shalat Subuh
Setelah salam, jangan langsung beranjak untuk memulai aktivitas. Luangkan waktu untuk berdzikir.
Melansir dari Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 41-42 dijelaskan jika Allah memerintahkan untuk berdzikir sebanyak-banyaknya di waktu pagi dan petang.
Adapun beberapa dzikir yang dianjurkan diantaranya membaca :
- Istighfar 3 Kali.
- Membaca kalimat Tauhid 10 Kali.
- Membaca Doa Perlindungan dari Neraka 7 Kali.
- Membaca doa keselamatan 1 Kali.
- Membaca Doa Tauhid 1 Kali.
- Membaca Surat Al-Fatihah 1 Kali.
- Membaca Ayat Kursi 1 Kali.
- Membaca Surah Al-Ikhlas 3 Kali.
- Membaca Surah Al-Falaq dan An-Nas 1 Kali.
- Membaca Tasbih 33 kali, Tahmid 33 kali, Takbir 33 Kali.
- Membaca Kalimat Takbir dan Hauqalah 1 Kali.
- Doa Setelah Dzikir.
Selain dzikir diatas, dzikir lain yang bisa diamalkan adalah Sayyidul Istighfar yang mana bacaan lengkapnya sebagai berikut :
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta rabbi laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzanbi faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz dzubuuba illa anta
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Rabbku, tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau. Engkau menciptakanku dan aku hamba-Mu. Aku di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku lakukan, aku mengakui untukMu nikmat-nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui untuk-Mu dosa-dosaku, maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau.”
2. Membaca Al-Qur’an
Selain membaca doa dan dzikir yang sudah kami jelaskan diatas, bisa lanjutkan dengan membaca Al-Qur’an.
Ada banyak surat atau ayat yang bisa dikerjakan seperti surat Al-Waqiah, Surat Ar-Rahman, Ayat Kursi dan ayat-ayat lainnya.
bahkan dipagi hari melansir dari laman dompetdhuafa.org yang menjelaskan amalan subuh yatiu membaca tiga ayat terakhir surat Al-Hasyr.
Adapun bacaan lengkapnya adalah :
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
“Huwa allaahu alladzii laa ilaaha illaa huwa ‘alimu alghaybi waals syahaadati huwa alrrahmaani alrrahiimi. Huwa allaahu alladzii laa ilaaha illaa huwa al maliku quddus assalamu al mu’minu al muhaimin al’aziizu aljabbaaru almutakabbiru subhaana allaahi ‘ammaa yusyrikuuna.
Huwa allahu khaliq al baari-u ul mushawwiru lahu al-asma’u al husna yusabbihu lahu maa fii alssamaawaati waal-ardhi wahuwa al aziz alhakiimu.”
Artinya :
“Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang mempunyai nama-nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Hasyr: 22-24)
3. Berdoa Memohon Kebaikan
Setelah berdzikir dan membaca Al-Qur’an, manfaatkan waktu untuk berdoa terlebih saat ingin memulai aktivitas.
Rasulullah mengajarkan untuk memohon tiga hal diantaranya :
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik (halal), dan amalan yang diterima.” (HR. Ibn Majah dan Ahmad; dinilai sahih)
Selain itu mintalah kepada Allah:
- Rezeki yang halal dan berkah.
- Ilmu yang bermanfaat.
- Kesehatan.
- Kemudahan dalam pekerjaan.
- Perlindungan dari keburukan.
- Kebaikan dunia dan akhirat.
Doa bukan hanya untuk meminta sesuatu. Doa juga menjadi bentuk seorang hamba bergantung kepada Allah.
4. Melaksanakan Shalat Dhuha
Shalat Dhuha juga bisa menjadi amalan pagi yang mana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menjelaskan jika sholat dhuha mempunyai kutamaan sama dengan sedekah.
Selain itu, “Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam itu apabila telah melakukan Sholat Subuh, beliau duduk bersila di tempat duduknya sampai terbitnya matahari yang putih indah sinarnya’.” (HR Abu Dawud dan lainnya sanadnya shahih) (HR Muslim Nomor 4851; Abu Dawud Nomor 4850)
Namun, perlu diperhatikan bahwa shalat Dhuha tidak dilakukan langsung setelah salat Subuh.
Waktunya dimulai setelah matahari terbit dan telah masuk waktu Dhuha.
Jadi, setelah Subuh bisa digunakan untuk dzikir, membaca Al-Qur’an, dan aktivitas lainnya. Kemudian shalat Dhuha dilakukan ketika waktunya telah tiba.
5. Bersedekah
Amalan lain setelah subuh adalah melaksanakan sedekah subuh yang mana jadi anjuran dari Rasulullah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Nabi Salallahualaihiwasallam bersabda:
“Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” (HR. Bukhari) [No. 1442 Fathul Bari]
Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Memberikan makanan, membantu orang lain, atau memberikan sebagian harta kepada yang membutuhkan juga merupakan bentuk kebaikan.
Yang terpenting adalah dilakukan dengan ikhlas karena Allah.
6. Membaca Al-Ma’tsurat
Al-Ma’tsurat adalah amalan dzikir yang bisa diamalkan dua hari dalam sehari yaitu pagi hari dan sore hari.
7. Memulai Aktivitas dengan Hal yang Bermanfaat
Setelah Subuh bukan waktunya untuk bermalas-malasan apalagi tidur kembali. Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan jika tidur di pagi hari setelah subuh bisa mendatangkan kemalasan dan mengurangi rezeki.
Setelah melaksanakan amalan-amalan diatas bisa langsung gunakan untuk bekerja, belajar, menuntut ilmu dan lain sebagainya.
Melansir dari laman Yatim Mandiri mengutip dari kitab Faidhul Qadir, Syekh Al Munawi mengatakan kebiasaan Rasulullah SAW setelah subuh yaitu melakukan dzikir dan istighfar dan mencari rezeki setelah matahari terbit.
Urutan Amalan Setelah Subuh yang Praktis
Agar mudah diamalkan setiap hari, bisa menggunakan urutan sederhana berikut:
- Shalat Subuh
- Dzikir setelah sholat
- Dzikir pagi (Al-Ma’tsurat)
- Membaca Al-Qur’an
- Berdoa
- Memulai aktivitas
- Shalat Dhuha ketika waktunya tiba.
Tidak harus semuanya dilakukan dalam waktu lama. Sesuaikan dengan kondisi dan kesibukan masing-masing.
Apakah Harus Melakukan Semua Amalan Setelah Subuh?
Tidak harus.
Islam tidak mengajarkan kita untuk membebani diri dengan amalan yang tidak mampu dilakukan.
Pilih beberapa amalan yang sanggup dijaga dan dilakukan secara konsisten, namun jika mengerjakan semua lebih bagus.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling rutin meskipun sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, jangan meremehkan dzikir beberapa menit setelah Subuh. Bisa jadi amalan sederhana yang terus dijaga justru menjadi sebab datangnya keberkahan dalam kehidupan.
Kesimpulan
Amalan setelah Subuh yang bisa dilakukan antara lain berdzikir, membaca dzikir pagi, membaca Al-Qur’an, berdoa, bersedekah, memulai aktivitas yang bermanfaat, dan salat Dhuha ketika waktunya tiba.
Tidak perlu banyak, yang penting rutin. Awali pagi dengan mengingat Allah, lalu jalani hari dengan ikhtiar dan kebaikan.





