Dzikir adalah amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad sebagai media ibadah untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT.
Dengan mengamalkan dzikir di pagi hari, segala urusan dan usaha yang sedang dikerjakan bisa dimudahkan Allah SWT.
Untuk lebih lengkapnya simak berikut ini.
Keutamaan Membaca Dzikir Pagi
Dzikir pagi (Adzkar Ash-Shabah) adalah amalan yang dianjurkan Rasulullah ﷺ untuk dibaca setelah sholat Subuh hingga sebelum matahari terbit.
Amalan ini termasuk amalan paling ringan namun memiliki manfaat dan keutamaan yang luar biasa besar melindungi dari gangguan syaitan, mendatangkan ketenangan hati, dan membuka pintu rezeki.
Allah dalam Al-Qur’an berfirman:
“Dan sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Insan: 25)
Selain itu, Dari Abdullah bin Khubaib ra., Rasulullah ﷺ bersabda: “Bacalah Qul Huwallahu Ahad dan Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) ketika pagi dan petang, tiga kali. Itu cukup bagimu dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud)
Waktu Membaca Dzikir Pagi
Waktu dzikir pagi dimulai sejak masuknya waktu Subuh (fajar shadiq) hingga matahari terbit (waktu Dhuha).
Waktu paling utama adalah setelah sholat Subuh, sebelum matahari terbit. Jika terlewat, boleh dibaca hingga sebelum waktu Dhuhur.
Kumpulan Dzikir Pagi
Adapun beberapa dzikir pagi hari yang bisa di amalkan diantaranya :
1. Membaca Al-Fatihah
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
2. Ayat Kursi
Dibaca 1 kali. Nabi ﷺ bersabda: ‘Barangsiapa membaca ayat Kursi setiap selesai sholat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.’ (HR. An-Nasa’i, shahih)
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Arab latin:
Allahu laa ilaa haillaa huwa hayyul qoyyuum, laa ta’khudzu sinatuu wa laa naum, lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi, mandzalladzii yasyfa’u ‘indahu illaa bi’idznihi ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yukhiithuuna bi syai’im min ‘ilmihi illa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuhus samaawaati wal ardhi, wa laa yaudhuhu hifdzu humaa wa huwal aliyyul ‘adhiim.
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)
3. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Dibaca masing-masing 3 kali.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa membaca ketiganya tiga kali di pagi dan petang sudah mencukupi perlindungan dari segala sesuatu. (HR. Abu Dawud, shahih)
Bacaan ketiga surat ini seringkali diremehkan karena pendek.
Padahal Nabi ﷺ menyebut Al-Ikhlas setara sepertiga Al-Quran, dan Al-Falaq + An-Nas adalah perlindungan terbaik dari gangguan makhluk dan syaitan.
4. Dzikir Pagi: Memasuki Waktu Pagi
Dibaca 1 kali. Merupakan pengakuan kita bahwa pagi ini dan segala yang ada di dalamnya adalah milik Allah.
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillaah, walhamdu lillaah, laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syay-in qadiir
Artinya :
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (Dibaca 1 x)
5. Doa Pagi Selanjutnya
اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ
Arab Latin :
Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.
Artinya :
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x)
6. Sayyidul Istighfar
Dibaca 1 kali. Ini adalah istighfar terbaik. Nabi ﷺ bersabda: ‘Barangsiapa membacanya di pagi hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum sore hari, ia termasuk ahli surga.’ (HR. Bukhari)
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, a’uudzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzambii faghfir lii fa-innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)
7. Dizkir Selanjutnya
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ
رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي
Arab latin:
Allahumma inni as-alukal ‘afwa wal ‘afiyata fid dunya wal akhiroh. Allahumma inni as-alukal a’fwa wal ‘afiyata fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali. Allahummastur ‘auroti wa amin row’ati. Allahummahfadzni min baini yadayya wa min kholfi wa min yamini wa ‘an syimali wa min fauqi wa a’uzubika bi ‘adzamatika an ughtala min tahti.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).
8. Dzikir Selanjutya
لَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Arab latin:
Allahumma ‘aafinii fii badani, Allahumma ‘aafini fii sasm’ii, Allahumma ‘Aafini fii basharii, laa ilaa haillah anta, Allahumma inni ‘auudzubika minal kufri walfaqri, Allahumma innii ‘audzubika min ‘adzaabil qabri, laa ilahaillaa anta.
Artinya:
“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. (Dibaca 1 Kali)
9. Dzikir Lanjutan
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Arab latin:
Allahumma ‘aalimal ghaibi was syahaadah, faathiras samaawaati wal ardhi, rabba kulli syain in wa maliikahu, asyhadu allaa ilaa hailla anta, a’udzuu bika min syarri nafsii, wa min syarri syaithoni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsi suu’aan au ajurrohu ila muslim.
Artinya:
“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.
10. Doa Perlindungan di Pagi Hari
Dibaca 3 kali. Memberikan perlindungan dari berbagai bahaya hingga sore hari.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillaahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syay-un fil ardhi wa laa fis-samaa’i wa huwas-samii’ul ‘aliim
“Dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun di bumi dan langit yang dapat memberi mudarat bersama nama-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, shahih)
Barangsiapa membaca dzikir ini 3 kali di pagi dan petang, tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakannya secara tiba-tiba. (HR. Abu Dawud no. 5088, shahih)
6. Sholawat Nabi
Dibaca minimal 10 kali. Nabi ﷺ bersabda: ‘Barangsiapa bersholawat kepadaku sekali, Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali.’ (HR. Muslim)
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa nabiyyinaa Muhammad
“Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad.”
7. Istighfar dan Tasbih
Dibaca 100 kali (atau minimal 33 kali). Merupakan amalan penutup dzikir pagi yang menghapus dosa-dosa kecil.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ
Astaghfirullahal ‘azhiim
“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.” — Baca 33-100 kali
Tips Agar Konsisten Membaca Dzikir Pagi
- Siapkan buku kecil atau gunakan aplikasi dzikir di hp — baca sebelum menaruh hp
- Baca dzikir segera setelah salam sholat Subuh, sebelum melakukan aktivitas apapun
- Mulai dari yang wajib dulu (Ayat Kursi + 3 surat), baru tambah dzikir lainnya secara bertahap
- Pasang alarm 15 menit setelah sholat Subuh sebagai pengingat dzikir pagi
- Baca bersama keluarga atau pasangan — saling mengingatkan lebih efektif
Kesimpulan
Dzikir pagi hanyalah 10-15 menit dari waktu kita — namun manfaatnya bisa melindungi sepanjang hari. Mulailah dari yang kecil dan konsisten, karena Nabi ﷺ bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meski sedikit. Jadikan dzikir pagi sebagai pagar pelindung hari Anda.
Jangan tunggu sempurna untuk mulai. Bacalah satu dzikir hari ini, dua dzikir besok, dan seterusnya. Konsistensi kecil lebih baik dari niat besar yang tidak pernah terlaksana.





