Dzikir Sebelum Tidur: 7 Bacaan Sesuai Sunnah Rasulullah

dzikir sebelum tidur

Sebelum memejamkan mata, seorang Muslim dianjurkan mengingat Allah dengan beberapa dzikir dan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Selain dzikir ini ada amalan sebelum tidur lain yang dianjurkan dan bisa dikerjakan setiap mau tidur.

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman : 

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka Engkau benar-benar telah menghinakannya dan tidak ada seorang penolongpun bagi orang yang zalim.” (QS. Ali Imran : 191-192)

Lalu apa dzikir yang dianjurkan diamalkan sebelum tidur? Simak selengkapnya berikut ini.

Apa Saja Dzikir Sebelum Tidur?

Berikut ini bacaan dzikir yang dianjurkan dikerjakan sebelum tidur sesuai hadits dan sunnah Nabi Muhammad SAW.

1. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Dzikir pertama adalah membaca surat pendek terakhir dalam Al-Qur’an yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Sebelum membaca, ayat diatas, kumpulkan dua telapak tangan kemudian baca ayat di atas kemudian tiup ke dua telapak tangan yang selanjutnya usapkan ke tubuh yang terjangkau.

“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam biasanya ketika akan tidur di setiap malam, beliau menyatukan kedua telapak tangan kemudian meniup keduanya dan membaca (Qul huwallahu ahad) dan (Qul a’udzu birabbil falaq) dan (Qul a’udzu birabbil nass). Kemudian mengusap tubuh dengan keduanya semaksimal mungkin, dimulai dari kepala dan wajahnya, serta bagian depan tubuhnya. Hal itu dilakukan sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)

2. Membaca Ayat Kursi

Selain membaca surat terakhir dalam Al-Qur’an, dzikir lainnya adalah membaca ayat kursi.

Hal ini dijelaskan dalam dalil yang dari kisah Abu Hurairah saat bermimpi bertemu pencuri zakat.

Rasulullah kemudian bersabda : 

“Jika Engkau hendak tidur, maka bacalah ayat kursi. Jika Engkau membacanya, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai subuh tiba.”

Selain itu Nabi Muhammad bersabda : 

“Adapun saat itu dia berkata benar, meskipun dia adalah pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” Abu Hurairah menjawab, “Tidak.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari)

Adapun bacaan lengkapnya untuk ayat kursi sebagai berikut : 

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Artinya : 

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)

3. Membaca Dua Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah

Membaca ayat ini dijelaskan dalam hadits Abu Mas’ud Al-Ansari bahwa Rasulullah SAW bersabda : 

“Siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah pada malam hari, maka keduanya akan mencukupinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun bacaan lengkapnya sebagai berikut : 

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya.’ Dan mereka mengatakan, ‘Kami dengar dan kami taat.’ (Mereka berdoa), ‘Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.’

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.’” (QS. Al-Baqarah: 285-286)

4. Membaca Istighfar

Istighfar adalah cara kita sebagai manusia untuk memohon ampun dari dosa-dosa yang dilakukan pada hari itu.

Adapun bacaan lafadz istighfar sebagai berikutnya : 

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Latin: 

Astaghfirullaahal-Adziim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwalhayyul-Qayyum, Wa Atubu Ilaih.

Artinya: 

“Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang Maha Hidup yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan saya bertobat kepada-Nya.”

5. Membaca Doa “Bismika Rabbi”

Bacaan:

بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin : 

Bismika robbi wadho’tu jambii, wa bika arfa’uh, fa-in amsakta nafsii farhamhaa, wa in arsaltahaa fahfazh-haa bimaa tahfazh bihi ‘ibaadakash shoolihiin.

Artinya:

“Dengan nama Engkau, wahai Rabbku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan namaMu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi, apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah (dari kejahatan setan dan kejelekan dunia), sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih.” 

6. Membaca Doa Sebelum Tidur

Jangan lupa untuk membaca doa sebelum tidur sebagai amalan yang bisa dikerjakan sebelum tidur.

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

Bismika Allahumma amutu wa ahya.

Artinya:

“Dengan namaMu, ya Allah! Aku mati dan hidup.”

7. Tidur dengan Meletakkan Tangan Kanan di Bawah Pipi

اَللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

Allahumma qinii ‘adzaabaka, yauma tab’atsu ‘ibaadak.

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari siksaan pada hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu (yaitu pada hari kiamat).” 

Kesimpulan

Dzikir sebelum tidur yang dianjurkan antara lain membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Ayat Kursi, dua ayat terakhir Al-Baqarah, istighfar, dan doa sebelum tidur.

Tidak perlu menunggu besok untuk memulainya.

Sebelum memejamkan mata malam ini, luangkan beberapa menit untuk berdzikir dan berdoa kepada Allah.

Leave a Comment