Apa Syarat Diterimanya Amal Ibadah? Ini 4 Hal Penting

syarat diterimanya amal ibadah

Setiap Muslim tentu ingin amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Namun, ibadah bukan hanya tentang seberapa banyak amal yang dilakukan.

Kita juga perlu memperhatikan bagaimana amal tersebut dilakukan.

Allah menciptakan kita sebagai hamba tidak lain tidak bukan hanya untuk beribadah kepada Allah.

Dalam Alquran Allah berfirman : 

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat : 56)

Lalu apa sebenarnya syarat diterimanya sebuah amal?

4 Hal Menurut yang Perlu Diperhatikan

Melansir dari Nu Online yang bersumber dari kitab Tanbihul Ghafilin, dijelaskan jika ada 4 hal yang menjadi syarat diterimanya sebuah amal diantaranya : 

1. Ilmu

Ibadah harus dilakukan berdasarkan ilmu. Bahkan ibadah tanpa ilmu jika dilakukan bisa saja tidak sah atau batal.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman :  

“Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Selain itu, Rasulullah bersabda : 

Artinya: “Keutamaan orang yang berilmu (yang mengamalkan ilmunya) atas orang yang ahli ibadah adalah seperti utamanya bulan di malam purnama atas semua bintang-bintang lainnya.” (HR Tirmidzi)

Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata : 

“Siapa yang beribadah tanpa ilmu, maka kerusakan yang diperbuat lebih banyak daripada maslahatnya.”

2. Niat yang Benar

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain niat karena Allah dan mengharap ridha Allah adalah bukan karena untuk dipuji, bukan untuk disanjut tetapi agar lebih dekat dengan sang pencipta.

3. Ikhlas

Ikhlas berarti melakukan amal karena Allah, bukan karena ingin mendapatkan pujian atau pengakuan manusia.

Allah SWT berfirman:

“Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istiqomah), melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al-Bayyinah: 5)

4. Sabar dalam Proses

Terakhir yang menjadi syarat diterimanya sebuah amal adalah sabar dalam proses karena ibadah memerlukan kesadaran dalam menghadapi godaan dan ujian.

Rasulullah bersabda  : 

“Dan tidak ada suatu pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada (diberikan) kesabaran.” (HR Bukhari)

Mengapa Amal Tidak Cukup Hanya dengan Banyak?

Banyaknya amal bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.

Kita perlu bertanya:

  • Apakah kita mengetahui ilmunya?
  • Apakah niat kita sudah benar?
  • Apakah kita melakukannya dengan ikhlas?
  • Apakah kita mampu menjaganya dengan sabar?
  • Apakah sudah sesuai dengan tuntunan?

Kesimpulan

Apa syarat diterimanya amal ibadah? Salah satu pengingat dalam Tanbihul Ghafilin yang dikutip dari laman Nu Online adalah ilmu, niat yang benar, ikhlas, dan sabar dalam proses.

Jadi, jangan hanya mengejar banyaknya amal.

Pelajari ilmunya, luruskan niatnya, ikhlaskan karena Allah, lalu istiqomah kan.

Leave a Comment