Dzulhijjah adalah bulan ke 12 belas dalam kalender Hijriah, salah satu amalan yang bisa dikerjakan pada bulan ini adalah berpuasa selama 9 hari di hari pertama bulan tersebut.
Selain itu, bulan Dzulhijjah juga termasuk ke 4 bulan mulai atau asyhurul harum.
Dan puasa menjadi sunnah yang diajarkan Rasulullah agar kita mendapatkan keutamaan dan sebagai bentuk menjalankan ajaran Nabi.
Untuk itu berikut pembahasan tentang hukum, niat dan keutamaan puasa di bulan Dzulhijjah.
Apa Itu Puasa Dzulhijjah?
Puasa Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari-hari pertama bulan Dzulhijjah, khususnya tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.
Puasa ini termasuk dalam rangkaian amalan di 10 hari pertama Dzulhijjah yang oleh Rasulullah SAW disebut sebagai hari-hari paling utama dalam setahun.
Di antara hari-hari tersebut, puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah yang dikenal sebagai hari Arafah adalah yang paling utama dan paling besar keutamaannya.
Namun, berpuasa sejak tanggal 1 hingga 9 secara berturut-turut juga sangat dianjurkan oleh para ulama.
Dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari sebagian istri Nabi ﷺ: “Nabi ﷺ biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijjah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, dan Senin-Kamis pertama setiap bulan.” (HR. Abu Dawud no. 2437, Ahmad (6/287, An-Nasa’i, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Abi Daud)
Hukum Puasa Dzulhijjah
Para ulama sepakat bahwa puasa Dzulhijjah terutama puasa Arafah tanggal 9 adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).
Berikut perinciannya:
| Hari | Hukum & Keterangan |
| 1–8 Dzulhijjah | Sunnah dianjurkan berpuasa, terutama bagi yang tidak berhaji |
| 9 Dzulhijjah (Arafah) | Sunnah muakkadah sangat dianjurkan, menghapus dosa 2 tahun (setahun lalu dan yang akan datang) |
| 10 Dzulhijjah (Idul Adha) | HARAM berpuasa hari raya yang wajib dirayakan |
| 11–13 Dzulhijjah (Tasyriq) | HARAM berpuasa karena merupakan hari tasyrik dan disarankan untuk membaca dzikir dan takbir |
Niat Puasa Dzulhijjah
Niat puasa diucapkan dalam hati — namun boleh juga dilafazkan. Berikut niat puasa untuk hari 1-7 Dzulhijjah:
1. Niat Puasa 1-7 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaytu shauma syahri Dzil Hijjah sunnatan lillaahi ta’aalaa
“Aku niat berpuasa sunnah di bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Puasa 8 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ”
3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaytu shauma yawmi ‘Arafata sunnatan lillaahi ta’aalaa
“Aku niat berpuasa sunnah hari Arafah karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa di Hari-Hari Dzulhijjah
Banyak keutamaan saat kita menjalankan puasa sunnah di hari Dzulhijjah diantaranya :
1. Amalan Paling Dicintai Allah
Puasa adalah salah satu amalan terbaik di 10 hari Dzulhijjah yang disebutkan Nabi ﷺ sebagai hari-hari yang amalannya paling dicintai Allah bahkan melebihi jihad kecuali jihad dengan jiwa dan harta.
2. Puasa Arafah Menghapus Dosa Dua Tahun
Dari Abu Qatada Al-Anshari ra., Rasulullah ﷺ ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab: “Ia menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim no. 1162)
Tidak ada puasa sunnah lain yang memiliki keutamaan penghapusan dosa sebesar ini.
Puasa Asyura hanya menghapus dosa setahun yang lalu, sedangkan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun sekaligus.
3. Pahala Berlipat Ganda di Hari-Hari Mulia
Para ulama menjelaskan bahwa amalan di hari-hari mulia mendapat pahala yang berlipat ganda dibanding hari biasa.
Puasa di 9 hari pertama Dzulhijjah yang merupakan hari-hari terbaik dalam setahun tentu memiliki nilai pahala yang sangat besar.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar”(HR At-Tarmidzi).
4. Hari Pembebassan dari Siksa Neraka
Keutamaan terakhir adalah hari pembebasan dari api neraka. Hal ini telah disabdakan Rasulullah yang artinya :
“Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata, “Apa yang mereka inginkan?” (HR Muslim).
Tips Melaksanakan Puasa Dzulhijjah
- Mulai dari puasa Arafah (9 Dzulhijjah) jika tidak mampu berpuasa 9 hari penuh ini yang paling utama
- Sahur dengan makanan bergizi dan cukup minum air putih agar kuat berpuasa
- Isi waktu puasa dengan memperbanyak dzikir, tilawah Al-Quran, dan istighfar
- Berbuka dengan kurma dan air putih mengikuti sunnah Nabi
- Hindari perdebatan dan hal-hal yang dapat merusak pahala puasa
- Niatkan juga untuk mendekatkan diri kepada Allah di hari-hari mulia ini
Apakah Orang yang Berhaji Perlu Berpuasa Arafah?
Tidak.
Orang yang sedang melaksanakan ibadah haji tidak dianjurkan berpuasa pada hari Arafah karena mereka membutuhkan kekuatan fisik untuk melaksanakan wukuf dan rangkaian ibadah haji lainnya. Puasa Arafah dianjurkan bagi yang tidak berhaji.
Dari Ibnu Umar ra., Nabi ﷺ meninggalkan puasa hari Arafah saat beliau berada di Arafah (sedang berhaji). (HR. Al-Baihaqi, shahih)
Puasa Dzulhijjah terutama puasa Arafah adalah salah satu ibadah sunnah terbaik yang tersedia sepanjang tahun.
Keutamaannya luar biasa besar: menghapus dosa dua tahun sekaligus.
Manfaatkan kesempatan emas ini sebelum 9 Dzulhijjah tiba. Mulailah dari puasa satu hari di hari Arafah jika belum mampu berpuasa penuh 9 hari.
Jangan lewatkan puasa Arafah. Penghapusan dosa 2 tahun hanya datang sekali dalam setahun. Persiapkan diri mulai sekarang.





