Malaikat Pencatat Amal Baik dan Buruk, Siapa Mereka?

malaikat pencatat amal baik dan buruk

Setiap perbuatan manusia tidak luput dari pencatatan. Dalam Islam, Allah SWT menugaskan malaikat untuk mencatat amal dan perkataan manusia, baik yang terlihat maupun yang tidak diketahui orang lain.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman : 

“Padahal sesungguhnya bagi kalian ada malaikat-malaikat yang mengawasi.” (QS. Al-Infithar: 10)

Lalu, siapa malaikat pencatat amal baik dan buruk? Apa yang mereka catat?

Siapa Malaikat Pencatat Amal Baik dan Buruk?

Malaikat pencatat amal adalah malaikat yang Allah tugaskan untuk mengawasi dan mencatat perbuatan manusia.

Al-Qur’an menyebut mereka sebagai Kiraman Katibin, sebagaimana firman Allah:

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (perbuatan-perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Infithar: 10–12)

Kedua malaikat ini yang akan mencatat setiap perbuatan kita, baik amal baik maupun amal buruk.

Malaikat Pencatat Amal Baik

Amal kebaikan manusia dicatat oleh malaikat. Kebaikan tersebut tidak harus berupa ibadah besar.

Malaikat yang mencatat Amal baik adalah Raqib, yang dalam islam dipercaya berada di bahu kanan.

Lalu semua amal kebaikan itu akan dicatat terus?

Melansir dari laman Rumaysho, mengutip dari hadsi yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, dari Mujahid, Rasulullah bersabda : 

“Muliakanlah para malaikat pencatat amal yang mulia, yang tidak pernah berpisah dari kalian kecuali dalam dua keadaan: ketika junub dan ketika buang hajat. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian mandi, hendaklah ia menutup diri di balik dinding, atau di balik untanya, atau ditutupi oleh saudaranya.”

Malaikat Pencatat Amal Buruk

Selain amal kebaikan, ada juga amal buruk yang juga dicatat oleh Malaikat, adapun Malaikat yang mencatat adalah Atid berada di bahu kiri.

Apa Saja yang Dicatat Malaikat?

Allah SWT berfirman:

“Ketika dua malaikat mencatat amal, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf: 17–18)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa perkataan manusia pun berada dalam pencatatan.

Saat seseorang mengamalkan kebaikan Malaikat akan mencatat dan akan dibalas Allah SWT.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)

Dari ayat diatas setiap kebaikan yang kita kerjakan akan ada balasan kebaikan pula.

Selain ayat tersebut ada hadis juga yang menjelaskan tentang 2 malaikat pencatat amal yaitu : 

“Sesungguhnya Allah telah mencatat kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskannya. Barang siapa berniat melakukan kebaikan tetapi tidak melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan sempurna. Jika dia melakukannya, Allah mencatatnya sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apakah Semua Amal Baik dan Buruk Dicatat?

Pada dasarnya, amal manusia berada dalam pengetahuan dan pencatatan malaikat atas perintah Allah.

Namun, Islam juga menjelaskan bahwa pahala dan dosa tidak selalu dicatat dengan cara yang sama.

Amal baik dapat memperoleh pahala meskipun baru sebatas niat, sedangkan keburukan memiliki ketentuan tersendiri sebagaimana dijelaskan dalam hadis.

Karena itu, jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun dan jangan pula menganggap dosa kecil sebagai sesuatu yang aman untuk terus dilakukan.

Mengapa Kita Harus Mengingat Adanya Malaikat Pencatat Amal?

Mengingat adanya malaikat pencatat amal seharusnya membuat seorang Muslim lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan.

1. Menjaga Ucapan

Sebelum berbicara, pikirkan apakah perkataan tersebut membawa kebaikan atau justru menyakiti orang lain.

2. Tidak Meremehkan Dosa dan Termotivasi untuk Selalu Berbuat Baik

Dosa yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi tetap diketahui Allah, namun kebaikan yang dikerjakan sekecil apapun juga akan ada balasannya.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)

3. Segera Bertaubat

Jika melakukan kesalahan, jangan menunda taubat. Kembali kepada Allah adalah jalan yang selalu terbuka selama seseorang masih hidup.

Allah berfirman : 

Artinya: 

“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. Nur ayat 31)

Selain ayat diatas, Allah juga berfirman bahwa Allah maha pengampun bagi siapa saja yang bertaubat.

“Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas… janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.'” (QS. Az-Zumar : 53)

Kesimpulan

Malaikat pencatat amal baik dan buruk adalah malaikat yang Allah tugaskan untuk mencatat perkataan dan perbuatan manusia yaitu Raqib & Atid. 

Karena itu, setiap Muslim perlu menjaga ucapan, memperbanyak amal baik, dan segera bertaubat dari kesalahan.

Tidak ada amal yang benar-benar tersembunyi dari Allah. Apa yang dilakukan hari ini akan menjadi bagian dari catatan yang kelak dipertanggungjawabkan.

Leave a Comment