Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum Hadis, Cara & Waktunya

dzikir ya hayyu ya qayyum

Dzikir adalah perintah Allah sebagai media seorang hamba mengingat tentang keagungan Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan dzikir dalam beberapa surat, salah satunya ini : 

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 152)

Salah satu dzikir yang bisa kita amalkan adalah Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum. 

Dalam artikel ini akan kita bahas secara lengkap tentang amalan dzikir yang satu ini. Simak selengkapnya berikut ini.

Tentang Ya Hayyu Ya Qayyum

Melansir dari liputan6.com, Ya Hayyu ya Qayyum adalah sebuah dzikir yang terdiri dari nama Allah dalam Asmaul Husna.

Ya Hayyu = Wahai Dzat yang Maha Hidup

Ya Qayyum = Wahai Dzat yang Maha Berdiri Sendiri lagi Maha Mengurus Makhluk-Nya

Dalam dzikir ini, adalah panggilan kepada Allah dengan menggunakan dua nama agung sebagai cara untuk memohon pertolongan, rahmat dan perbaikan dari segala hidup langsung kepada Allah.

Bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum

Pendek

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ

Latin: 

Ya Hayyu Ya Qayyum

Artinya: 

“Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Yang Maha Berdiri Sendiri.”

Lebih Panjang

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ 

Latin

Ya Hayyu Ya Qayyum birahmatika astaghitsu, ashlih lii sya’nii kullahu, wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin.

Arti

“Wahai Dzat yang Maha Hidup dan Maha Mandiri, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan. Perbaikilah segala urusanku dan janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri sekecil mata air atau sekejap mata pun tanpa pertolongan-Mu.”

Hadits Tentang Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum

1. Meminta dengan Nama Allah

Melansir dari laman Rumayshoo.com dijelaskan jika hadis dari Anas, ia pernah bersama Rasulullah SAW dalam keadaan duduk, kemudian ada seseorang shalat dan berdoa : 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ

Artinya : 

Ya Allah, aku meminta pada-Mu karena segala puji hanya untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Banyak Memberi Karunia, Yang Menciptakan langit dan bumi, Wahai Allah yang Maha Mulia dan Penuh Kemuliaan, Yang Maha Hidup dan Tidak Bergantung pada Makhluk-Nya-].”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ia telah berdo’a pada Allah dengan nama yang agung di mana siapa yang berdo’a dengan nama tersebut, maka akan diijabahi. Dan jika diminta dengan nama tersebut, maka Allah akan beri.” (HR. Abu Daud no. 1495 dan An-Nasa’i no. 1301. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

2. Dibaca Saat Dzikir Pagi dan Petang

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda pada Fatimah : 

“Apa yang menghalangimu untuk mendengar wasiatku atau yang kuingatkan padamu setiap pagi dan petang yaitu ucapkanlah:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Artinya: 

Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.” (HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah no. 46, An-Nasa’i dalam Al-Kubra 381: 570, Al-Bazzar dalam musnadnya 4/ 25/ 3107, Al-Hakim 1: 545. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 227).

3. Dibaca Saat Dirundung Duka

Dari Anas bin Malik, ia berkata : 

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dapat masalah berat, beliau membaca : 

يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

Artinya: 

Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan.”

(HR. Tirmidzi no. 3524. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Waktu Terbaik Membaca Ya Hayyu Ya Qayyum

Tidak ada waktu khusus untuk membaca dzikir ini, karena sejatinya kapanpun kita sebagai manusia bisa berdzikir untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Namun beberapa dzikir yang dianjurkan diantaranya : 

  1. Saat setelah sholat tahajud.
  2. Setelah sholat fardhu
  3. Saat menghadapi kesulitan.
  4. Pagi setelah subuh atau setelah sholat dhuha
  5. Menjelang tidur.

Bagaimana Cara Mengamalkan Dzikir ini dan Berapa Kali Dibaca?

Dalam postingan akun TikTok Ustadz Muhammad Assad, M.Sc menjelaskan jika bacaan dzikir Ya Hayyu ya Qayyum bisa dilakukan sebanyak 100 kali.

Ustadz Muhammad Assad kemudian menjelaskan jika membaca ini bisa dikerjakan setelah sholat dhuha.

Bacaan dari Ustad Muhammad Assad juga menjelaskan jika bacaan dzikir tidak hanya Ya Hayyu Ya Qayyum, namun ada tambahan Birahmatika Astagith dan Ya Dzal Jalali Wal Ikrom.

Kesimpulan

Demikian tadi pembahasan tentang dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum yang bisa kita amalkan setiap hari baik setelah shalat fardhu, tahajud, dhuha atau waktu terbaik lainnya.

Semoga kita bisa mengamalkan rutin dzikir untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Leave a Comment