Mengucapkan selamat hari raya kepada sesama muslim adalah sunnah yang dicontohkan para sahabat Nabi ﷺ.
Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).”
Di era media sosial seperti sekarang, ucapan Idul Adha menyebar jauh lebih cepat dan luas.
Satu ucapan yang bermakna yang Anda kirim di grup WhatsApp bisa dibaca oleh puluhan orang sekaligus. Mengapa tidak memastikan ucapan itu benar-benar islami, bermakna, dan mengandung doa yang tulus?
Ucapan Idul Adha Berbahasa Arab
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
Taqabbalallahu minnaa wa minkum
“Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kalian.”
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَجَعَلَنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ
Taqabbalallahu minnaa wa minkum wa ja’alanallaahu wa iyyaakum minal ‘aa-idiina wal faa-iziin
“Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian, dan semoga Allah menjadikan kami dan kalian termasuk orang-orang yang kembali (kepada ketaatan) dan orang-orang yang beruntung.”
Kumpulan Ucapan Idul Adha dalam Bahasa Indonesia
Berikut kumpulan ucapan Idul Adha yang bermakna, islami, dan siap dikirimkan melalui WhatsApp, Instagram, atau media sosial lainnya. Pilih yang sesuai dengan konteks dan penerimanya.
1. Ucapan Singkat untuk WA dan SMS
Ucapan 1
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima ibadah dan kurban kita, serta menjadikan kita hamba yang lebih dekat kepada-Nya. Mohon maaf lahir dan batin.
Ucapan 2
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar! Selamat Idul Adha untuk kamu dan keluarga. Semoga semangat pengorbanan Ibrahim dan Ismail menginspirasi kita untuk terus berkorban di jalan Allah. Taqabbalallahu minna wa minkum.
Ucapan 3
Selamat Idul Adha 1447 H. Di hari yang mulia ini, semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempertemukan kita kembali di hari raya berikutnya dengan keimanan yang lebih kuat. Aamiin.
2. Ucapan untuk Keluarga
a. Ucapan untuk Orang Tua
Selamat Hari Raya Idul Adha, Ayah/Ibu. Terima kasih atas segala pengorbanan yang tidak pernah habis untuk kami. Semoga Allah membalas setiap pengorbanan Ayah/Ibu dengan surga yang penuh kebahagiaan. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf atas segala kesalahan anakmu.
b. Ucapan untuk Pasangan
Idul Adha ini mengingatkanku betapa bersyukurnya aku memiliki kamu sebagai pasangan dalam perjalanan menuju Allah. Semoga kita bisa terus bersama — saling mendukung, saling mendoakan, dan kelak bertemu di surga-Nya. Taqabbalallahu minna wa minkum, Sayang.
c. Ucapan untuk Anak
Nak, Idul Adha mengajarkan kita bahwa pengorbanan terbesar adalah yang dilakukan dengan cinta dan ikhlas. Semoga kamu tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah, penuh ketaatan kepada Allah dan berbakti kepada orang tua. Selamat Idul Adha 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum.
3. Ucapan untuk Teman dan Kolega
a. Ucapan untuk Teman Dekat
Selamat Idul Adha, sobat! Semoga di hari yang penuh berkah ini, Allah mengabulkan semua doa kita, menerima ibadah kita, dan mempertemukan kita di jannah-Nya. Jangan lupa takbiran ya! Taqabbalallahu minna wa minkum.
b. Ucapan untuk Rekan Kerja / Profesional
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Semoga di hari yang penuh kemuliaan ini, Allah memberkahi langkah-langkah kita dalam pekerjaan dan kehidupan, menjadikan setiap ikhtiar kita sebagai ibadah, dan memperlancar rezeki kita yang halal dan berkah. Taqabbalallahu minna wa minkum.
4. Ucapan dengan Tema Khusus
a. Ucapan Bertema Pengorbanan Ibrahim
Allahu Akbar! Hari ini kita merayakan warisan iman Nabi Ibrahim AS — seorang ayah yang rela mengorbankan putra tercintanya demi cintanya kepada Allah. Semoga semangat pengorbanan itu hadir dalam hati kita: mengorbankan kesombongan, mengorbankan kikir, mengorbankan diri untuk hal yang lebih besar dari diri sendiri. Selamat Idul Adha 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum.
b. Ucapan Bertema Syukur
Idul Adha mengingatkan kita bahwa berkurban adalah cara kita berterima kasih atas nikmat yang Allah berikan. Nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, nikmat keluarga — semuanya adalah karunia yang tidak ternilai. Semoga di hari raya ini kita semakin pandai bersyukur. Selamat Idul Adha 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum.
c, Ucapan untuk Grup WhatsApp Keluarga Besar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, di pagi yang penuh berkah ini kita kembali bertemu dengan Hari Raya Idul Adha 1447 H. Kami sekeluarga mengucapkan: Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima segala ibadah dan kurban kita, mengampuni segala khilaf kita, dan menjadikan kita keluarga yang senantiasa dalam lindungan dan rahmat-Nya. Selamat Idul Adha, mohon maaf lahir dan batin.
Ucapan dalam Bahasa Inggris
English Greeting 1
Eid al-Adha Mubarak! May Allah accept our sacrifices and ibadah, bless us with His mercy, and keep us steadfast on His path. Taqabbalallahu minna wa minkum.
English Greeting 2
Wishing you and your family a blessed Eid al-Adha 1447H. May the spirit of sacrifice, gratitude, and devotion to Allah fill your hearts today and always. Eid Mubarak!
Adab Mengucapkan Selamat Hari Raya
- Mulailah dengan salam: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
- Gunakan ucapan yang mengandung doa, bukan sekadar formalitas
- Hindari gambar atau konten yang tidak islami dalam kiriman ucapan
- Sertakan ucapan ‘Taqabbalallahu minna wa minkum’ ini adalah sunnah yang shahih
- Kirimkan kepada orang tua terlebih dahulu sebelum yang lain
- Jika bertatap muka, berjabat tangan sambil mengucapkan selamat adalah sunnah
Kesimpulan
Ucapan Idul Adha bukan sekadar formalitas budaya ini adalah doa yang kita kirimkan kepada saudara-saudara kita.
Pilih ucapan yang benar-benar bermakna, yang mengandung doa, dan yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Semoga setiap ucapan yang kita kirimkan menjadi amal kebaikan yang dicatat oleh Allah.
Baca juga: Makna Idul Adha | Khotbah Idul Adha | Amalan Sunnah di Hari Idul Adha
Referensi: HR. Al-Baihaqi (dishahihkan Al-Albani), Zadul Ma’ad Ibnu Qayyim, Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq





