Kita semua hafal “Alhamdulillah” bahkan kita ucapkan puluhan kali sehari misalnya setelah bersin, setelah makan, setelah dapat kabar baik.
Tapi apakah kita benar-benar bersyukur? Atau kita hanya terbiasa mengucapkan kata-katanya tanpa meresapinya ke dalam hati dan tindakan?
Islam mendefinisikan syukur jauh lebih dalam dari sekadar ucapan lisan.
Para ulama menyebutkan bahwa syukur yang sempurna memiliki tiga dimensi yang harus semuanya terpenuhi:
- Syukur hati yaitu mengakui dan merasakan bahwa nikmat itu dari Allah
- Syukur lisan yaitu mengucapkan pujian kepada Allah
- Syukur anggota badan yaitu menggunakan nikmat untuk ketaatan kepada Allah
(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS. Ibrahim: 7)
Ayat diatas adalah janji langsung dari Allah. Syukur yang tulus adalah kunci penambahan nikmat, sedangkan kufur nikmat adalah jalan menuju hilangnya nikmat itu.
Lalu bagaimana cara kita bersyukur? Simak artikel lengkapnya berikut ini.
Mengapa Manusia Susah Bersyukur?
Salah satu sifat manusia yang Allah sebutkan dalam Al-Quran adalah kecenderungannya untuk kufur nikmat:
“Sesungguhnya manusia itu sangatlah ingkar kepada Tuhannya”. (QS. Al-‘Adiyat: 6)
Ada beberapa alasan psikologis mengapa bersyukur terasa sulit:
- Hedonic adaptation : manusia cepat “terbiasa” dengan nikmat, sehingga tidak lagi merasakan keistimewaannya
- Selalu membandingkan ke atas : melihat yang lebih banyak dari kita, bukan yang lebih sedikit
- Fokus pada kekurangan : otak manusia secara alami lebih sensitif terhadap hal yang tidak menyenangkan
- Lupa bahwa nikmat bisa dicabut : kita baru sadar betapa berharganya kesehatan ketika sakit
Islam memberikan solusi untuk semua ini melalui praktik-praktik konkret yang akan kita bahas.
7 Cara Bersyukur yang Benar Menurut Islam
Kita masuk ke pembahasan intinya, yaitu cara bersyukur menurut islam yang bisa kita amalkan setiap harinya.
1. Renungkan Nikmat yang Sering Terlupakan
Cobalah satu menit saja, bayangkan jika besok pagi kamu bangun dan hanya memiliki hal-hal yang kemarin Anda syukuri kepada Allah.
Berapa banyak yang tersisa?
Mungkin sudah terlalu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, namun terkadang kita tidak menyadarinya.
“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian (dalam urusan dunia), dan janganlah melihat orang yang ada di atas kalian. Hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan (menganggap kecil) nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kalian.” (HR. Bukhari & Muslim)
Nikmat yang paling sering dilupakan:
- Bisa melihat : jutaan orang buta tidak bisa menikmati keindahan dunia
- Bisa berjalan : jutaan orang yang tidak bisa berdiri sendiri
- Bisa makan kenyang : ratusan juta orang tidur dalam kelaparan setiap malam
- Aman dari perang : jutaan pengungsi tidak tahu apakah besok mereka masih hidup
- Punya keluarga : jutaan orang kesepian tidak punya siapapun
2. Ucapkan Alhamdulillah dengan Penuh Kesadaran
Alhamdulillah bukan mantra otomatis.
Ketika mengucapkannya, sadari artinya: “Segala puji hanya milik Allah” pengakuan bahwa semua kebaikan yang ada pada kita bersumber dari Allah, bukan dari kepandaian atau usaha kita semata.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah benar-benar ridha kepada seorang hamba yang memakan satu suapan lalu memuji-Nya atas suapan itu, atau meminum satu tegukan lalu memuji-Nya atas tegukan itu.” (HR. Muslim).
Setiap kali Anda mengucapkan Alhamdulillah, berhenti sedetik dan pikirkan nikmat apa yang sedang saya syukuri saat ini?
3. Gunakan Nikmat untuk Ketaatan
Ada banyak nikmat yang kalau kita sadari bisa jadi nilai ketaatan misalnya nikmat mata bisa melihat bisa digunakan untuk rutin membaca Al-Qur’an bukan hanya nonton film.
Nikmat tangan bisa gunakan untuk membantu sesama, bukan hanya untuk kepentingan diri.
Nikmat waktu bisa gunakan sebagian untuk ibadah, bukan habis semuanya untuk dunia.
Nikmat harta bisa dikeluarkan untuk zakat dan sedekah, bukan ditimbun semua untuk diri sediri.
4. Sholat Syukur ketika Mendapat Nikmat Besar
Ketika mendapat kabar gembira, nikmat besar, atau terhindar dari musibah sunnah Nabi Muhammad adalah langsung sujud syukur.
Cara sujud syukur:
- Tidak perlu wudhu (meski lebih utama dengan wudhu)
- Sujud sekali sambil mengucapkan:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
Subhaanakallaahumma rabbanaa wa bihamdik, allaahummagh-fir lii
“Maha Suci Engkau ya Allah Tuhan kami dan dengan memuji-Mu, ya Allah ampunilah aku.”
Dari Abu Bakrah, bahwasanya Nabi ﷺ apabila datang kepadanya suatu hal yang menyenangkan atau beliau diberi kabar gembira, beliau segera tunduk bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah. (Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Imam At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
5. Jadikan Dzikir Pagi-Petang sebagai Latihan Syukur Harian
Dzikir pagi dan petang adalah latihan syukur yang terstruktur.
Di dalamnya ada tahmid (Alhamdulillah), tasbih (Subhanallah), tahlil (Laa ilaaha illallah), dan takbir (Allahu Akbar) semua bentuk pengakuan atas kebesaran dan kebaikan Allah.
Rutin berdzikir pagi dan petang adalah cara paling efektif untuk melatih hati agar selalu dalam kondisi bersyukur.
6. Bersyukur atas Ujian
Ini adalah level syukur yang paling tinggi dan paling sulit yaitu bersyukur atas ujian dan kesulitan.
Bukan karena menikmati penderitaan, melainkan karena percaya bahwa di balik setiap ujian ada kebaikan yang Allah rancangkan.
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya, dan hal ini tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya. Dan jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu pun adalah kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
Ujian adalah tanda Allah peduli pada kita.
Allah tidak menguji orang yang tidak dicintai-Nya. Setiap ujian membersihkan dosa dan meningkatkan derajat bagi yang bersabar dan bersyukur.
7. Berdoa Agar Diberi Kemampuan Bersyukur
Bahkan untuk bersyukur pun kita perlu pertolongan Allah. Nabi ﷺ mengajarkan doa khusus untuk memohon kemampuan bersyukur:
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allaahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik
“Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik.” (HR. Abu Dawud no. 1522, shahih)
Kesimpulan
Syukur bukan kemampuan bawaan ia adalah kebiasaan yang dilatih.
Semakin sering kita melatihnya, semakin mudah hati kita menemukan alasan untuk bersyukur bahkan di tengah kesulitan.
Dan Allah sudah berjanji, semakin kita bersyukur, semakin Dia menambahkan nikmat.
Mulailah dari yang kecil hari ini.
Ucapkan satu Alhamdulillah yang sungguh-sungguh bukan refleks, tapi dengan kesadaran penuh bahwa semua yang Anda miliki adalah pemberian Allah yang bisa dicabut kapan saja.
“Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. Ibrahim: 34)
🔗 Baca juga: Dzikir Pagi Lengkap | Motivasi Islami Setiap Hari | Cara Istiqomah Beribadah
Ditulis oleh: Roqib Abdul | Referensi: QS. Ibrahim: 7 & 34, HR. Muslim no. 2734 & 2999, HR. Abu Dawud no. 1522, HR. Bukhari & Muslim (hadits lihat ke bawah)Share





