Idul adha merupakan bulan besar bagi umat islam, salah satu amalan yang bisa dikerjakan adalah dengan melaksanakan sholat idul adha di masjid atau dilapangan.
Lalu bagaimana tata caranya? apa niatnya dan berapa rakaat sholat idul adha?
Untuk mengetahui jawaban diatas, simak artikel berikut ini.
Hukum Sholat Idul Adha
Sholat Idul Adha adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) menurut mayoritas ulama, bahkan ada yang berpendapat wajib (fardhu kifayah atau fardhu ain).
Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan sholat Id sepanjang hidupnya di Madinah, dan beliau memerintahkan seluruh umat Islam termasuk perempuan dan anak-anak untuk menghadiri sholat Id.
Hal ini seperti hadis yang artinya :
Dari Ummu Athiyyah ra.: “Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk mengajak keluar para wanita muda, wanita yang sedang haid, dan para gadis pingitan pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha). Wanita yang sedang haid hendaknya menjauhi tempat shalat, tetapi mereka bisa menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha
Sholat Idul Adha dilaksanakan pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah, setelah matahari naik setinggi satu tombak (sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit) hingga sebelum matahari tergelincir (masuk waktu Dzuhur).
Antara pukul 07.00 – 09.00 WIB (menyesuaikan waktu matahari terbit di daerah masing-masing).
Idul Adha dianjurkan sedikit lebih awal dari Idul Fitri, karena setelah sholat masih ada penyembelihan kurban yang perlu waktu panjang.
Perbedaan Sholat Idul Adha dengan Sholat Biasa
| Perbedaan | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah takbir tambahan | Rakaat 1: 7 takbir tambahan sebelum Al-Fatihah; Rakaat 2: 5 takbir tambahan |
| Waktu khotbah | Khotbah dilaksanakan SETELAH sholat (bukan sebelumnya) |
| Tidak ada adzan dan iqamah | Diganti dengan seruan ‘Ash-Sholaatu Jaami’ah’ atau langsung mulai |
| Dianjurkan di lapangan terbuka | Lebih utama di lapangan/mushola daripada masjid kecil |
| Kembali lewat jalan berbeda | Sunnah pergi dan pulang melewati jalan yang berbeda |
| Makan setelah sholat | Sunnah makan pertama di Idul Adha setelah sholat dan setelah menyembelih |
Niat Sholat Idul Adha
Niat diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram. Boleh juga dilafazkan:
1. Untuk Makmum
اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa
“Saya niat sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
2. Untuk Imam
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلهِ تَعَــــــــالَى
Ushallii sunnatan ‘iidil adha rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillahi ta’alaa.
“Aku berniat sholat Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah ta’ala”
3. Untuk Munfarid (Sendiri)
أُصَلِّي سُنَّةَ عِيدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnata ‘iidil adhhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa
“Aku niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Idul Adha Lengkap
Rakaat Pertama
- Berdiri tegak menghadap kiblat, niatkan dalam hati
- Takbiratul ihram: angkat kedua tangan sejajar telinga/bahu sambil mengucapkan “Allahu Akbar”
- Baca doa iftitah (sunnah)
- Takbir tambahan 7 kali berturut-turut di antara setiap takbir, disunnakan baca:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhaanallaahi walhamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
“Maha Suci Allah, segala puji milik Allah, tidak ada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”
- Setelah takbir ke-7 (tambahan), baca ta’awwudz
- Baca Al-Fatihah
- Baca surat setelah Al-Fatihah dianjurkan surat Al-A’la atau Qaf
- Lanjutkan dengan rukuk, i’tidal, sujud, duduk antara dua sujud, sujud kedua seperti sholat biasa
Rakaat Kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua
- Takbir tambahan 5 kali berturut-turut, di antara setiap takbir, baca dzikir yang sama
- Baca ta’awwudz
- Baca Al-Fatihah
- Baca surat setelah Al-Fatihah. dianjurkan surat Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar
- Lanjutkan dengan rukuk, i’tidal, sujud, tasyahud akhir, dan salam
Amalan Sunnah di Hari Idul Adha
| Amalan Sunnah | Keterangan |
|---|---|
| Mandi sebelum sholat Id | Mandi sunnah bersihkan diri menyambut hari raya |
| Memakai pakaian terbaik | Pakaian bersih, rapi, dan wangi yaitu sunnah Nabi |
| Makan setelah sholat Id | Berbeda dengan Idul Fitri, di Idul Adha makan SETELAH sholat |
| Berangkat lewat jalan satu, pulang lewat jalan lain | Sunnah Nabi Muhammad yang bermakna menyebarkan salam |
| Perbanyak takbir berangkat ke tempat sholat | Bacalah takbir Idul Adha sepanjang perjalanan |
| Mendengarkan khotbah | Khotbah dilaksanakan setelah sholat dianjurkan tetap mendengarkan |
Bolehkah Sholat Idul Adha di Rumah?
Sholat Idul Adha paling utama dilaksanakan berjamaah di lapangan atau masjid.
Namun jika ada udzur sakit, hujan lebat, atau kondisi darurat boleh dilaksanakan sendiri di rumah dengan tata cara yang sama.
Kesimpulan
Sholat Idul Adha adalah salah satu momen paling indah dalam Islam jutaan umat Islam di seluruh dunia berdiri bersama dalam satu shaf, mengagungkan Allah dengan takbir yang menggetarkan.
Pastikan Anda dan keluarga hadir di sholat Id, berpakaian terbaik, membaca takbir sepanjang jalan, dan mendengarkan khotbah setelah sholat.
Baca juga: Bacaan Takbir Idul Adha | Khotbah Idul Adha | Amalan Sunnah Idul Adha | Tata Cara Kurban
Referensi: QS. Al-Kautsar: 2, HR. Bukhari no. 324, HR. Muslim no. 890 & 891, Zadul Ma’ad Ibnu Qayyim Jilid 1





