Ramadhan tinggal menghitung hari, bulan di mana pengampunan dosa dibuka, bulan turunya Al-Qur’an dan bulan yang penuh keberkahan.
Saat bulan Ramadhan tiba, salah satu yang bisa kita pelajari adalah kapan waktu berdoa yang mustajab di bulan Ramadhan.
Waktu-waktu tersebut bisa jadi cara kita mendekatkan diri kepada Allah dan mendoakan apa yang sedang ktia cita-citakan.
Lalu kapan waktu berdoa terbaik di bulan Ramadhan? Simak penjelasannya berikut ini.
Ramadhan dan Keistimewaan Doa
Ramadhan adalah bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Didalamnya juga terdapat perintah wajib untuk menahan lapar, dahaga dan nafsu.
Ramadhan juga sering dikaitkan dengan bulan terkabulnya doa.
Dalam sebuah analisis yang dilakukan oleh Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi menyebutkan jika orang yang sedang berpuasa mempunyai jarak spiritual yang lebih dekat pengabulan doa.
Allah ﷻ secara khusus menyinggung tentang kedekatan dan pengabulan atas doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya :
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).
Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain.
Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.” (Al-Baqarah : 186).
Selain itu, sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah menjelaskan :
.أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ، وأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرَهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ
Artinya:
“Awal Bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka” (Ibnu Khuzaimah).
Kapan Waktu Mustajab Berdoa di Bulan Ramadhan?
Waktu mustajab berdoa di bulan Ramadhan adalah momen-momen khusus yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an, hadits, dan penjelasan para ulama, di mana doa seorang hamba lebih dekat kepada ijabah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi)
1. Sepertiga Malam Terakhir & Waktu Sahur
Ramadhan identik dengan bangun pagi untuk melakukan makan sahur. Nah waktu ini menjadi satu dari beberapa waktu yang bisa digunakan untuk berdoa kepada Allah SWT.
Namun sebelum makan sahur, ada baiknya shalat malam (shalat tahajud) terlebih dahulu.
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758).
Untuk itu, jangan jadikan sahur hanya aktivitas biologis makan dan minum saja, namun isi juga dengan permohonan hajat.
2. Sepanjang Waktu Berpuasa
Waktu kedua adalah di sepanjang waktu berpuasa.
Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi tentang tiga doa yang tidak tertolak salah satunya adalah orang yang berpuasa hingga berbuka.
Imam Nawawi memberikan cara praktis yaitu memperbanyak doa baik kepentingan dunia maupun akhirat, mendoakan orang-orang yang dicintai dan mendoakan kebaikan bagi kaum muslimin secara luas.
3. Menjelang & Saat Berbuka Puasa (Iftar)
Waktu berbuka puasa merupakan waktu yang paling dinanti oleh umat muslim yang berpuasa, selain itu waktu ini penuh keberkahan salah satunya mustajab untuk berdoa.
Dalam sebuah hadis berikut menjadi penguat tentang doa di waktu ini :
سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
Artinya:
“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah)
Selain itu, hadis lain yang memperkuat adalah hadis riwayat Abu Dawud yang artinya :
“Jika Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berbuka, ia berdoa: Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah (Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah).”
4. Ketika Malam Lailatul Qadar
Lailatul Qadar merupakan waktu yang lebih baik daripada seribu bulan atau setara dengan 83 tahun 4 bulan.
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)
Pada saat malam ini, kita sebagai umat muslim di anjurkan untuk memperbanyak ibadah termasuk doa.
Hal ini pernah diceritakan oleh Ummul Mu’minin Iasyah Radhiallahu’anha :
قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
“Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku” (HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Sahih”)
Walaupun malam Lailatul Qadar tidak ada yang tau pastinya kapan datang, namun umat islam bisa bersungguh-sungguh di sepuluh akhir Ramadhan terutama pada malam-malam ganjil.
Waktu-Waktu Mustajab Berdoa
Di bulan Ramadhan, terdapat beberapa waktu istimewa yang sudah kami sebut di atas.
Namun ada waktu lain bukan hanya di saat Ramadhan tapi di bulan-bulan lainnya. Di antaranya adalah :
Jeda Antara Adzan dan Iqamah
اَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ
Artinya:
“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad; shahih)
Saat Sujud dalam Shalat
أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا
Artinya :
“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)
Sebelum Salam dalam Shalat
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات
Artinya :
“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Di akhir malam dan di akhir salat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)
Di Hari Jum’at
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda:
Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa di waktu itu, pasti diberikan apa yang ia minta.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim).
Saat Turun Hujan
ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر
“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika azan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, disahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)
Saat Minum Air Zam-zam
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
ماء زمزم لما شرب له
Artinya :
“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Disahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)
Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Tanpa Doa Terbaik
Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Dari beberapa jam itu, banyak yang benar-benar kita gunakan untuk berdoa dengan penuh kesadaran?
Jika Ramadhan hanya diisi dengan rutinitas tanpa munajat, maka kita kehilangan ruh ibadah. Sebaliknya, jika doa dijadikan agenda utama, Ramadhan akan menjadi titik balik kehidupan.
Para salafus shalih bahkan telah menyiapkan doa-doa mereka jauh sebelum Ramadhan datang, karena mereka memahami betul nilai strategis bulan ini.





