Bulan Ramadhan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Masjid lebih ramai, tilawah terdengar di mana-mana, dan semangat ibadah meningkat. Namun di balik semua itu, masih banyak Muslim yang menjalani Ramadhan tanpa benar-benar akrab dengan Al-Qur’an.
Puasa dijaga, tarawih dijalani, tetapi mushaf justru jarang dibuka. Padahal, Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, dan membaca Al-Qur’an di bulan ini memiliki pahala yang luar biasa besar.
Lalu sebenarnya, apa keistimewaan membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan? Mengapa pahalanya berlipat ganda? Dan apa saja keutamaan bulan Ramadhan itu sendiri?
Ramadhan dan Al-Qur’an
Ramadhan adalah Syahrul Qur’an atau bulannya Al-Qur’an. Allah Ta’ala menegaskan keistimewaan Ramadhan dalam firman-Nya:
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).…” (QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan bulan turunnya wahyu.
Selain itu, di bulan Ramadhan kita mengenal tentang Nuzulul Qur’an.
Rasulullah pernah belajar dan membaca Al-Qur’an bersama malaikat di bulan Ramadhan.
Hal ini termuat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a yang artinya :
“Dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan, apalagi pada bulan Ramadan, dan ketika Rasulullah SAW ditemui oleh malaikat Jibril setiap malam pada bulan Ramadan untuk mengajaknya membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Dan Rasulullah lebih dermawan dari para utusan.” (HR Imam Bukhari dan Muslim).
Membaca Al-Qur’an Berpahala Berlipat Ganda
Membaca Al-Qur’an pahalanya tidak main-main, dimana setiap satu huruf bernilai sepuluh kebaikan.
Hal ini seperti hadis berikut :
“Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الٓمٓ (Alif Lam Mim) satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi).
Selain hadis diatas, melansir dari SMAN 3 Tungkal Jawa, berdasarkan kitab Al-Adzkar An-Nawai karya Imam Muhyiddin Abi Zakariyya Yahya ibn Syaraf An-Nawawi Ad-Dimasyqy As-Syafi’i menjelaskan :
إعْلَمْ، أنَّ تِلَاوَةَ الْقُرْآنِ هِيَ أَفْضَلُ الْأذْكَارِ
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya membaca al-Qur’an itu merupakan utama-utamanya dzikir…………”
Dari pendapat dalam karya diatas, sangat jelas jika membaca Al-Qur’an adalah seutama-utamanya dzikir.
Jika dikaitkan dengan Ramadhan, dari hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hanifah bahwa setiap amalan kebaikan akan dilipatgandakan.
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)
Oleh karena itu, alangkah baiknya kita memaksimalkan ramadhan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Apa Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan?
Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan memiliki keutamaan. Di antaranya:
1. Ketenangan dan Naungan Malaikat
Dalam hadits riwayat Abu Hurairah r.a.
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ الله، يَتلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكينة، وغَشِيتْهُمُ الرَّحْمَةَ وَحَفَتُهُمُ الْمَلَائِكَةَ، وَذَكَرَهُمُ الله فيمَنْ عِنْدَهُ. رواه مسلم
Artinya: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah di antara rumah-rumah Allah (masjid), kemudian mereka membaca kitab Allah (Al-Qur’an) dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun atas mereka sakinah (ketenangan) dan Allah meliputi mereka dengan rahmat, mereka akan dinaungi para malaikat, dan Allah akan membanggakan mereka di hadapan para malaikat.” (HR Muslim).
2. Diangkat Derajatnya
“Sesungguhnya Allah SWT akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an) dengan dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain” (HR. Muslim).
3. Mendapat Syafaat di Hari Kiamat
“Bacalah Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.” (Hadits Shahih diriwayatkan oleh imam Muslim).
4. Ditempatkan di Surga
“Sesungguhnya Nabi SAW bersabda, barangsiapa membaca Al-Qur’an, menampakkannya dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya ke surga dan memberikan syafaat sepuluh penghuni rumahnya sekaligus melindungi mereka dari neraka.” (HR Ibnu Majah).
5. Diharamkan dari Sifat Dengki
وعن ابن عمر رضي الله عنهما عن النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال لا حَسَدَ إلا في اثنتين رجُلٌ آتَاهُ اللَّه القُرآنَ فَهوَ يقومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّه مالا فهو يُنْفِقهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النهار متفق عليه. والآناء الساعات
Artinya:
“Dari Ibnu Umar r.a berkata bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidak dihalalkan dengki itu, melainkan terhadap dua macam orang, yaitu orang yang diberi kepandaian oleh Allah SWT dalam hal Al-Qur’an, lalu ia berdiri dengan Al-Qur’an itu (membaca sambil memikirkan dan mengamalkannya) di waktu malam dan waktu siang, juga seorang yang dikaruniai oleh Allah akan harta lalu ia menafkahkannya di waktu malam dan siang untuk kebaikan.” (Muttafaq ‘alaih).
Bagaimana Menghidupkan Tilawah Al-Qur’an di Bulan Ramadhan?
Tidak semua orang mampu membaca satu juz sehari. Islam tidak memberatkan. Yang terpenting adalah konsistensi dan keikhlasan.
Beberapa langkah praktis:
- Tentukan target realistis sesuai kemampuan
- Baca Al-Qur’an setelah shalat wajib
- Manfaatkan waktu sahur atau menjelang berbuka
Lebih baik membaca sedikit tapi rutin, daripada banyak namun hanya di awal Ramadhan.
Strategi Hatam Al-Qur’an di Bulan Ramadhan
Setelah mengetahui pahala, keutamaan dan cara menghidupkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Tabel strategi berikut bisa kamu gunakan agar bisa khatam.
| Target Khatam | Porsi Per Hari | Pembagian Waktu |
| 1 Kali | 1 Juz (20 Halaman) | 4 Halaman setelah shalat Fardhu |
| 2 Kali | 2 Juz (40 Halaman) | 8 Halaman setelah shalat fardhu |
| 3 Kali | 3 Juz (60 Halaman) | 12 Halaman setelah shalat fardhu |
Untuk lebih mudahnya,kamu bisa menggunakan Al-Qur’an Digital dari Kehidupan Islami agar bisa membaca saat sedang mobilitas tinggi dan bisa dibaca dimana saja.
Penutup
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Jika Ramadhan telah tiba, maka sudah seharusnya Al-Qur’an hadir dalam keseharian kita.
Jangan menunggu sempurna untuk mulai membaca Al-Qur’an. Bukalah mushaf hari ini, walau hanya beberapa ayat.
Bisa jadi, itulah sebab Allah mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat derajat kita di bulan penuh rahmat ini.
Semoga Ramadhan kali ini benar-benar menjadi Ramadhan bersama Al-Qur’an. 🤍





