Hari Raya Idul Fitri merupakan hari yang sangat istimewa bagi umat Islam. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, Allah SWT memberikan hari kemenangan yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur.
Pada hari ini kaum muslimin berkumpul untuk melaksanakan sholat Idul Fitri, saling bermaafan, serta mempererat silaturahmi.
Selain sholat, ada juga amalan-amalan sunnah yang bisa dikerjakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Apa saja amalan sunnah saat idul fitri? Simak artikel selengkapnya berikut ini.
Apa Saja Sunnah untuk Idul Fitri?

Dalam beberapa hadits dan riwayat para sahabat, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ melakukan berbagai amalan sunnah ketika menyambut Idul Fitri.
Amalan tersebut dilakukan sebelum berangkat sholat, saat menuju tempat sholat, hingga setelah sholat Id selesai.
Adapun beberapa amalan sunnah sebagai berikut :
1. Mandi Sebelum Berangkat Sholat Id
Salah satu sunnah yang dianjurkan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri adalah mandi terlebih dahulu.
Melansir dari laman lampung.nu.or.id dari Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Tuhfah Al-Habib ‘Ala Syarh Al-Khatib, Juz 1 halaman 252 mengatakan salah sunnah bagi laki-laki maupun perempuan bahkan yang sedang haid atau nifas untuk mandi idul fitri.
Dalam postingan tersebut dijelaskan juga jika waktu yang utama untuk mandi adalah sejak tengah malam hingga tenggelamnya matahari di keesokan harinya.
Selain itu Dari Nafi’, (ia berkata bahwa) ‘Abdullah bin ‘Umar biasa mandi di hari Idul Fithri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang. (HR. Malik dalam Al-Muwatha’ 426. Imam Nawawi menyatakan bahwa atsar ini shahih)
2. Memakai Pakaian Terbaik & Wewangian
Sunnah berikutnya adalah memakai pakaian terbaik yang dimiliki dan jangan lupa untuk menggunakan wewangian.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ja’far bin Muhammad dari ayahnya dari kakenya, “Rasulullah SAW memakai wol atau burda bercorak buatan Yaman pada setiap salat idul fitri” (HR. Asy-Syafi’i dalam Kitab Musnad Asy-Syafi’i)
Selain itu, melansir dari Blog Gramedia terdapat juga hadis berikut :
Dari Zaid bin al-Hasan bin Ali dari ayahnya dia mengatakan, “Kami diperintahkan oleh Rasulullah Saw pada dua hari raya (Idulfitri dan Iduladha) untuk memakai pakaian kami terbaik yang ada, memakai wangi-wangian terbaik yang ada, menyembelih binatang kurban tergemuk yang ada (sapi untuk tujuh orang dan unta untuk sepuluh orang), dan supaya kami menampakkan keagungan Allah SWT, ketenangan, dan kekhidmatan” (H.R. Al-Hakim dalam kitabnya al-Mustadrak, IV: 256).
3. Makan Sebelum Sholat Idul Fitri
Banyak orang bertanya, apakah harus makan sebelum shalat Idul Fitri?
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fitri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5: 352. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Selain hadis diatas, Merangkum dari Almanhaj menjelaskan jika :
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berangkat shalat pada hari raya Idul Fitri, sehingga beliau makan beberapa buah kurma”.
Murajja bin Raja juga menjelaskan hal serupa.
“Ubaidillah pernah memberitahukan kepadaku, dimana ia menceritakan, Anas bin Malik pernah memberitahukan kepadaku, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau makan kurma itu dalam jumlah yang ganjil.”
Dengan melaksanakan makan sebelum shalat idul fitri menandakan umat muslim sudah tidak melaksanakan ibadah puasa.
4. Perbanyak Mengumandangkan Takbir
Sunnah lainnya adalah mengumandangkan takbir sejak malam Idul Fitri hingga sholat Id dilaksanakan.
Bacaan takbir yang sering dilantunkan adalah:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
5. Berjalan Kaki ke Tempat Sholat
Jika memungkinkan, disunnahkan untuk berjalan kaki menuju tempat sholat Id. Hal ini dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat.
Hal ini pernah di sampaikan oleh Ali bin Abi Thalib, dia berkata :
“Termasuk sunah Rasulullah SAW adalah keluar menuju tempat shalat idulfitri dengan berjalan kaki” (HR. Tirmidzi)
6. Berangkat Lebih Awal
Disunnahkan juga untuk berangkat lebih awal ke tempat sholat Id. Dengan datang lebih awal, seorang muslim dapat memperoleh tempat yang baik serta memperbanyak takbir dan dzikir sebelum shalat dimulai.
7. Mengambil Jalan yang Berbeda Saat Pergi dan Pulang
Salah satu sunnah lain adalah mengambil jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari tempat sholat Id.
Dari Muhammad bin Ubaidillah bin Abi Rafi’ dari ayahnya dari kakeknya, “Rasulullah SAW mendatangi shalat idul fitri dengan berjalan kaki dan beliau pulang melalui jalan lain dari yang dilaluinya ketika pergi” (HR. Ibnu Majah)
Selain menjalankan sunnah Rasulullah, dengan mengambil jalan yang berbeda terdapat hikmah agar bumi menjadi saksi ketika kita beramal.
8. Saling Mengucapkan Selamat
Setelah shalat Id selesai, umat Islam dianjurkan untuk saling memberikan ucapan selamat.
Adapun bacaan selamat adalah, “Taqabbalallahu minna wa minkum.”
9. Bersilaturahmi
Salah satu tradisi baik yang sangat dianjurkan pada hari raya adalah bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan tetangga.
10. Mendengarkan Khutbah
Terdapat rangkaian khutbah setelah pelaksanaan sholat idul fitri. Salah satu sunnah saat khutbah adalah mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh khatib.
Hal ini seperti hadis berikut ini :
“Kami memerintahkan untuk keluar (ketika hari raya), dan mengajak keluar wanita haid, para gadis, dan wanita pingitan. Adapun para wanita haid, mereka menyaksikan kegiatan kaum muslimin dan khutbah mereka, dan menjauhi tempat shalat.” (HR. Bukhari 981, Muslim 890).
Hikmah Melaksanakan Sunnah Idul Fitri
Menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ pada hari raya memiliki banyak hikmah, di antaranya:
- Meneladani kehidupan Nabi Muhammad ﷺ
- Menambah pahala di hari yang penuh keberkahan
- Menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat
- Menumbuhkan rasa syukur setelah menjalani Ramadan
Dengan menjalankan sunnah-sunnah tersebut, perayaan Idul Fitri menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan.
Kesimpulan
Hari Raya Idul Fitri bukan hanya sekadar momen berkumpul bersama keluarga, tetapi juga kesempatan untuk menghidupkan sunnah Rasulullah.
Amalan sunnah idul fitri sudah kami jelaskan diatas bisa dikerjakan dari awal masuk 1 syawal dan saat sholat ied.
Dengan memahami dan mengamalkan sunnah-sunnah ini, seorang muslim dapat merayakan Idul Fitri dengan cara yang lebih sesuai dengan tuntunan Islam.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dibulan Ramadan dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadan yang akan datang. Aamiin.





