Tanda-Tanda Kiamat Kecil yang Sudah Terjadi di Zaman Ini

Tanda-Tanda Kiamat Kecil

Kiamat bukan isu yang perlu ditakuti secara berlebihan, namun juga tidak boleh diabaikan.

Islam mengajarkan kita untuk mengetahui tanda-tanda kiamat bukan untuk panik, melainkan agar kita semakin sadar, semakin bersyukur, dan semakin mempersiapkan diri.

Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang diutus menjelang hari kiamat.

Beliau menyebut jarak antara diutusnya beliau dengan hari kiamat seperti jarak antara jari telunjuk dan jari tengah sangat dekat.

Itu 14 abad lalu. Bayangkan betapa lebih dekatnya kita sekarang.

Dari Sahl bin Sa’ad RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Aku diutus, sedang jarak antara aku dan kiamat seperti ini.” Beliau memperagakan dengan kedua jari (telunjuk dan tengah) lalu merenggangkannya sedikit. (HR. Bukhari no. 6503 dan Muslim no. 2950)

Para ulama membagi tanda-tanda kiamat menjadi dua kategori:

  • Tanda kecil (Asyratus Sa’ah As-Shughra): Peristiwa yang terjadi jauh sebelum kiamat, bersifat bertahap
  • Tanda besar (Asyratus Sa’ah Al-Kubra): Peristiwa dahsyat menjelang kiamat — belum terjadi, dimulai dengan Dajjal

Artikel ini membahas tanda kecil yang sudah terjadi dan sedang kita saksikan hari ini.

1. Diutusnya Nabi Muhammad SAW

Tanda pertama yang terjadi adalah diutusnya Nabi Muhammad menjadi Rasul terakhir.

Hal ini seperti hadis yang sudah kami jelaskan diatas yang kami kutip kembali.

“Aku diutus dan hari kiamat seperti dua (jari) ini.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini adalah tanda kiamat kecil pertama yang paling pasti, diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir.

Tidak ada nabi lagi setelahnya artinya, sejak 14 abad lalu kita sudah masuk fase terakhir sejarah manusia sebelum kiamat.

2. Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad sendiri bersabda bahwa wafatnya beliau adalah salah satu tanda kiamat.

Setelah beliau wafat, pintu kenabian tertutup untuk selamanya.

3. Penaklukan Baitul Maqdis

Rasulullah bersabda : “Hitunglah enam hal menjelang hari Kiamat: kematianku, penaklukan Baitul Maqdis….(HR. Al-Bukhari)

Yerusalem pertama kali ditaklukkan oleh umat Islam pada masa Khalifah Umar bin Khattab (637 M). Ini telah terjadi dan menjadi bagian dari sejarah peradaban Islam.

4. Wabah Penyakit yang Melanda Umat

📌 Hadits: Rasulullah ﷺ menyebutkan wabah (tha’un) sebagai salah satu tanda kiamat kecil. (HR. Bukhari no. 3176)

Sepanjang sejarah, umat manusia telah mengalami berbagai wabah besar: tha’un Amwas di masa sahabat, wabah pes abad pertengahan yang merenggut jutaan jiwa, flu Spanyol 1918, hingga pandemi COVID-19 yang mengubah dunia.

5. Banyaknya Harta dan Kemakmuran

Di satu sisi, dunia modern mengalami kemakmuran materi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Triliuner bermunculan, teknologi memudahkan hidup, makanan tersedia berlimpah.

Namun di sisi lain, kesenjangan semakin lebar dan banyak yang “sibuk” dengan hartanya sendiri hingga lupa bersedekah.

“Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga harta benda menjadi banyak dan melimpah ruah. Sampai-sampai pemilik harta kebingungan mencari siapa yang mau menerima sedekahnya darinya. Lalu ia menawarkannya kepada seseorang, maka orang tersebut akan berkata: ‘Aku tidak membutuhkannya.'” (HR. Bukhari No. 1412 dan Muslim No. 157).

Selain hadis diatas, dalam riwayat lain juga menyebutkan :

“Sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang berkeliling membawa harta sedekah berupa emas, namun ia tidak mendapati satu orang pun yang mau menerimanya.” (HR. Muslim).

6. Banyak Fitnah dan Kekacauan

Bukankah ini sangat menggambarkan kondisi dunia hari ini? Hoaks tersebar lebih cepat dari kebenaran.

Media sosial dipenuhi informasi palsu.

Orang yang berani bicara kebenaran justru dimusuhi, sementara pembohong kadang mendapat lebih banyak pengikut.

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya. Pada saat itu pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan. Pengkhianat diberi amanah dan orang amanah dianggap pengkhianat. Dan pada saat itu Ruwaibidhah angkat bicara.” Ditanyakanlah kepada beliau, “Siapa itu Ruwaibidhah?” Beliau menjawab, “Orang bodoh (remeh) yang mengurusi urusan orang banyak (umat).” (HR. Ibnu Majah, no. 4036)

7: Persaingan dalam Membangun Gedung Tinggi

Dalam hadits Jibril yang panjang, Rasulullah ﷺ menyebutkan tanda kiamat: “Ketika kamu melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin, penggembala domba, berlomba-lomba membangun bangunan tinggi.” (HR. Muslim no. 8)

Hadits ini menggambarkan orang-orang dari daerah yang semula miskin dan tandus, kemudian menjadi kaya raya dan berlomba-lomba membangun gedung pencakar langit.

Banyak ulama mengaitkan ini dengan negara-negara Teluk (Arab Saudi, UAE, Qatar) yang dalam satu generasi berubah dari penggembala menjadi pembangun gedung tertinggi di dunia.

8. Maraknya Zina dan Kemaksiatan

Pornografi kini bisa diakses bebas dari genggaman tangan.

Perzinaan dinormalisasi bahkan dilegalisasi di banyak negara.

Pernikahan sesama jenis diakui hukum di lebih dari 30 negara. Ini adalah kemaksiatan yang dibicarakan Nabi SAW sebagai tanda-tanda mendekati kiamat.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Di antara tanda-tanda kiamat adalah: diangkatnya ilmu, kebodohan merebak, perzinaan meluas, dan minuman keras diminum.” (HR. Bukhari).

9. Ilmu Agama Dicabut & Ulama Wafat

Di era media sosial, siapa saja bisa berfatwa dan menjadi “ustadz virtual”.

Tokoh agama beneran yang belajar bertahun-tahun di pesantren kalah followers dengan influencer yang baru belajar Islam beberapa bulan.

Ilmu agama bukan dicabut ulama beneran masih ada namun kemampuan umat untuk membedakan mana ulama mana bukan inilah yang semakin melemah.

Dari sahabat Abdullah bin Amr bin al-As, Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan cara merenggutnya dari dada manusia, tetapi Ia mencabutnya dengan mewafatkan para ulama. Hingga ketika tidak ada lagi ulama, manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, mereka ditanya lalu memberi fatwa tanpa ilmu mereka pun sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)

10. Banyaknya Pembunuhan

Dua perang dunia, genosida, konflik bersenjata di berbagai belahan dunia, pembunuhan massal abad ke-20 dan ke-21 mencatat angka korban jiwa akibat kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah.

Bahkan di era sekarang, mungkin kita sering melihat berita pembunuhan yang terjadi di Indonesia.

“Tidak akan tiba hari kiamat hingga banyak terjadi al-harj.” Para sahabat bertanya, “Apakah al-harj itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Pembunuhan, pembunuhan.” (HR. Muslim)

11. Banyak Gempa Bumi

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda : “Tidak akan tiba hari Kiamat hingga ilmu diangkat (dengan wafatnya para ulama), banyak terjadi gempa bumi, waktu terasa berjalan dengan cepat, munculnya berbagai fitnah, dan maraknya ‘al-harj’ yaitu pembunuhan, hingga harta kalian melimpah ruah lalu melimpah.” (HR. Bukhari).

Menurut data USGS (United States Geological Survey), frekuensi gempa bumi yang tercatat terus meningkat seiring perbaikan teknologi deteksi.

Gempa dahsyat yang merenggut ratusan ribu jiwa misalnya di Aceh 2004, Haiti 2010, Turki 2023, ini menjadi pengingat nyata akan tanda ini.

12. Munculnya Nabi-Nabi Palsu

“Tidak akan tiba hari kiamat hingga dibangkitkan para Dajjal (nabi-nabi palsu) pendusta, yang jumlahnya mendekati tiga puluh orang. Semuanya mengaku bahwa mereka adalah utusan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

13. Waktu Terasa Makin Cepat

Salah satu tanda kiamat yang juga kita rasakan adalah waktu yang semakin kesini semakin cepat.

Hal ini terdapat dalam hadis yang artinya :

“Kiamat tidak akan tiba hingga waktu terasa berdekatan (semakin cepat). Setahun terasa seperti sebulan, sebulan terasa seperti sepekan, sepekan terasa seperti sehari…” (HR. Tirmidzi, dinilai shahih)

Kesimpulan

Tanda-tanda kiamat kecil bukan cerita namun prediksi akurat dari manusia yang paling jujur yang pernah hidup di muka bumi yaitu Nabi Muhammad SAW.

Setiap tanda yang terbukti benar harus semakin memperkuat keyakinan kita bahwa Islam adalah kebenaran, dan bahwa hari pertanggungjawaban itu nyata adanya.

Jadikan kesadaran tentang kiamat bukan sebagai sumber kecemasan, melainkan sebagai bahan bakar semangat untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik setiap harinya.

“Ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dikatakan (kepada mereka), “Ini adalah (sesuatu) yang dahulu kamu selalu mengaku (bahwa kamu tidak akan dibangkitkan).” (QS. Al-Mulk: 27)

Semoga kita termasuk yang mempersiapkan diri sebelum terlambat.


🔗 Baca juga: Cara Bersyukur kepada Allah | Motivasi Islami | Amalan Ringan Pahala Besar

Referensi: HR. Bukhari no. 6504, HR. Muslim no. 2950, HR. Bukhari no. 3176, HR. Muslim no. 8, HR. Bukhari no. 100 & 7121Share

Leave a Comment